Taekwondo Sukabumi Challenge 2 Jadi Ajang Cetak Atlet Berprestasi Menuju Tingkat Nasional

Ratusan atlet tekwondo penuhi GOR Merdeka Kota Sukabumi. (Foto:Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Ajang Taekwondo Sukabumi Challenge 2 KONI Cup 2026 tak hanya menjadi arena kompetisi para atlet muda, tetapi juga wadah pembinaan untuk mencetak generasi berprestasi menuju level nasional hingga internasional. Kejuaraan tersebut digelar meriah di Gedung Olahraga (GOR) Merdeka Kota Sukabumi, Minggu (24/5/2026).

Sebanyak 406 atlet dari Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur ambil bagian dalam turnamen bergengsi tersebut. Mereka berasal dari 10 unit latihan yang tersebar di Sukabumi Raya dan Cianjur.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang hadir langsung dalam kegiatan itu menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar pertandingan, melainkan bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

“Karakter seorang taekwondoin, baik di tingkat nasional maupun internasional, harus kuat, disiplin, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap seni bela diri. Melalui ajang ini, kita ingin membina sekaligus menumbuhkan bakat-bakat muda yang memiliki mental juara,” ujar Bobby kepada awak media.

Ia menambahkan, para atlet berprestasi dari kejuaraan tersebut nantinya akan diproyeksikan untuk memperkuat kontingen daerah pada berbagai ajang resmi.

“Minat dan bakat mereka akan disalurkan ke kejuaraan resmi seperti POPDA, PORDA, hingga KEJURDA. Harapannya, mereka bisa menembus jenjang provinsi, nasional, bahkan internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Sukabumi Challenge 2, Dipas Gumelar, mengungkapkan rasa bangganya atas tingginya antusiasme peserta.

Menurutnya, jumlah peserta tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kejuaraan taekwondo di Sukabumi.

“Ada 406 atlet yang bertanding. Ini luar biasa dan mungkin menjadi salah satu kejuaraan terbesar yang pernah digelar di Sukabumi,” ungkap Dipas.

Ia juga mengingatkan seluruh panitia dan tim juri untuk menjaga kualitas pertandingan agar tetap berjalan sportif, adil, dan menjunjung tinggi fair play.

Kejuaraan Sukabumi Challenge 2 mempertandingkan dua kategori utama, yakni Kyorugi atau tarung sparring dengan pelindung lengkap, serta Poomsae atau seni jurus taekwondo.

Adapun kategori usia yang diperlombakan dimulai dari tingkat TK hingga senior usia 25 tahun.

Kategori pertandingan dibagi menjadi:
Super Cadet (TK)
Pra-Cadet (SD)
Cadet (SMP)
Junior (SMA)
Senior (Perguruan Tinggi/Umum)

Selain itu, tingkatan sabuk yang dipertandingkan pun beragam, mulai dari kelas pemula hingga kelas prestasi dengan level sabuk hitam (Dan).

Dipas menegaskan, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti melahirkan atlet berkualitas.

“Keterbatasan anggaran dari pemerintah tidak boleh menjadi penghalang untuk mencetak atlet berkelas dunia. Melalui kejuaraan mandiri dan kompetitif seperti Sukabumi Challenge 2, peluang atlet menuju panggung internasional tetap terbuka lebar,” tegasnya.(Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist