BRANDA.CO.ID – Tauco Cianjur merupakan salah satu kuliner tradisional khas Indonesia yang memiliki cita rasa gurih, manis, dan sedikit asin. Bumbu hasil fermentasi kedelai ini telah menjadi bagian penting dalam berbagai masakan Nusantara, terutama di wilayah Jawa Barat.
Selain terkenal karena rasanya yang khas, Tauco Cianjur juga memiliki sejarah panjang yang menarik untuk diketahui.
Diketahui, Tauco Cianjur berasal dari budaya kuliner Tiongkok dan mulai berkembang di Indonesia sejak abad ke-19. Hingga kini, ia tetap mempertahankan proses pembuatan tradisional yang menjadi rahasia kelezatannya.
Bumbu ini sebenarnya sudah dikenal sejak masa sebelum Dinasti Chou di Tiongkok sekitar tahun 722–482 SM. Awalnya, fermentasi kedelai digunakan sebagai cara mengawetkan bahan makanan berprotein tinggi, seperti daging dan ikan.
Dalam perkembangannya, masyarakat Asia Timur menemukan bahwa fermentasi kedelai dengan garam mampu menghasilkan rasa gurih alami atau umami.
Di Indonesia, tauco diperkenalkan oleh seorang perantau Tionghoa bernama Tan Kei Hian, yang datang ke Cianjur pada tahun 1880. Buatannya pun ternyata sangat disukai masyarakat setempat, karena cocok dipadukan dengan berbagai masakan Sunda.
Sejak saat itu, usaha tauco berkembang pesat di Cianjur dan menjadi salah satu identitas kuliner daerah tersebut. Salah satu merek legendaris yang terkenal adalah Tauco Cap Meong, yang diwariskan secara turun-temurun dan masih mempertahankan metode tradisional hingga sekarang.
Keunikan Tauco Cianjur terletak pada proses fermentasinya yang memerlukan waktu cukup lama. Bahan utama berupa kedelai terlebih dahulu dijemur selama beberapa hari, kemudian digiling kasar, dicuci, dan dimasak hingga matang.
Setelah itu, kedelai dijemur kembali sampai muncul jamur alami sebagai bagian dari proses fermentasi. Tahapan berikutnya adalah perendaman dalam air garam dan penyimpanan di dalam guci atau gentong selama kurang lebih dua bulan. Proses inilah yang menghasilkan aroma khas dan rasa gurih mendalam pada tauco.
Fermentasi tersebut memecah protein kedelai menjadi asam amino yang memunculkan rasa umami alami. Karena itulah tauco sering digunakan sebagai penyedap masakan tradisional, tanpa perlu tambahan bahan penguat rasa lainnya.

