BRANDA.CO.ID – Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan ketersediaan Minyakita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kondisi aman saat melakukan monitoring harga bahan pokok di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan pangan strategis tetap tersedia dan harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terkendali pasca Hari Raya Iduladha.
Dari hasil pemantauan di lapangan, Rizal menyebut distribusi Minyakita berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala berarti. Ia bahkan sempat berdialog langsung dengan pedagang maupun masyarakat untuk memastikan kondisi pasokan di pasar.
“Minyakita stoknya lancar, tidak ada kendala. Saya tanya langsung kepada pedagang dan masyarakat, semuanya mengatakan distribusinya terkendali,” ujar Rizal.
Selain Minyakita, Bulog juga memastikan stok beras SPHP dalam kondisi sangat aman. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras karena Bulog memiliki cadangan yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
“Kalau beras SPHP aman sekali, tidak ada masalah. Stok kita banyak karena memang dikelola langsung oleh Bulog. Kapan saja masyarakat membutuhkan, siap kami salurkan,” tegasnya.
Rizal menjelaskan, berbeda dengan beras SPHP yang dikelola langsung oleh Bulog, Minyakita merupakan program pemerintah yang distribusinya melibatkan berbagai produsen minyak goreng. Bulog hanya bertugas membantu penyaluran ke masyarakat.
Saat ini, kata dia, Bulog memperoleh alokasi sekitar 35 persen dari kuota Domestic Market Obligation (DMO) nasional untuk penyaluran Minyakita. Namun, pihaknya tengah mengusulkan peningkatan kuota tersebut agar distribusi Minyakita di berbagai daerah dapat semakin optimal.
“Kami sedang mengajukan agar porsi penyaluran Minyakita melalui Bulog ditingkatkan dari 35 persen menjadi 65 persen. Harapannya, distribusi ke pasar-pasar rakyat bisa lebih masif dan masyarakat semakin mudah mendapatkan Minyakita,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Rizal juga meninjau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan. Secara umum harga kebutuhan pokok di Pasar Cisaat terpantau stabil. Hanya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan hingga menyentuh kisaran Rp100 ribu per kilogram.
Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut masih terkendali dan tidak memengaruhi ketersediaan komoditas pangan strategis lainnya.
“Yang terpenting saat ini stok pangan aman, distribusi berjalan, dan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah. Bulog akan terus menjaga pasokan agar stabilitas pangan tetap terjaga,” pungkasnya.***

