Asal Usul Brem, Cemilan Madiun yang Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Brem khas Madiun merupakan salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Jawa Timur. Camilan berbentuk balok tipis berwarna putih kekuningan ini memiliki cita rasa manis, dengan sedikit sentuhan asam serta sensasi unik yang langsung lumer di mulut.

Tak hanya terkenal sebagai buah tangan khas Madiun, brem juga menyimpan sejarah panjang yang telah berlangsung sejak masa penjajahan Belanda.

Brem diyakini berasal dari wilayah Kabupaten Madiun, khususnya di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, dan Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri. Masyarakat setempat telah memproduksinya sejak zaman penjajahan Belanda.

Pada masa itu, cemilan ini dianggap sebagai makanan yang cukup mewah bagi masyarakat pedesaan, karena tidak berfungsi sebagai makanan pokok yang mengenyangkan, melainkan sebagai kudapan khusus.

Seiring berjalannya waktu, resep pembuatannya pun diwariskan secara turun-temurun hingga menjadi identitas kuliner masyarakat Madiun. Kini, brem tidak hanya dikenal di Jawa Timur, tetapi juga telah menjadi oleh-oleh favorit wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Keunikan cemilan ini terletak pada bahan bakunya yang berasal dari beras ketan yang difermentasi. Proses pembuatannya cukup panjang, dan membutuhkan ketelitian agar menghasilkan rasa serta tekstur yang khas.

Tahapan pembuatan brem secara umum meliputi beras ketan direndam dan dikukus hingga matang, ketan yang telah dingin dicampur dengan ragi untuk proses fermentasi, maka hasil fermentasi menghasilkan sari ketan yang manis dan beraroma khas.

Setelah itu, sari ketan kemudian diendapkan dan dikeringka. Usai mengental, adonan dicetak menjadi bentuk balok dan dikeringkan hingga siap dikonsumsi.

Meski sebagian proses produksi kini telah

menggunakan peralatan modern, beberapa perajin di sentra brem Madiun masih mempertahankan metode tradisional pada tahap tertentu, untuk menjaga cita rasa autentiknya.

Kudapan ini memiliki tekstur padat namun mudah hancur saat masuk ke dalam mulut. Semakin baik kualitasnya, semakin cepat pula camilan ini meleleh ketika disantap. Rasa manis yang berpadu dengan sedikit asam dari hasil fermentasi menjadi daya tarik utama, yang membuat banyak orang ketagihan.

Selain itu, sensasi dingin yang muncul saat brem larut di lidah menjadi pengalaman unik yang sulit ditemukan pada makanan tradisional lainnya. Karakteristik inilah yang membuatnya tetap populer meskipun telah hadir selama puluhan tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist