Warung Ngapung PEKA Hadir di DP2KBP3A Kota Sukabumi, Dari Tumpukan Sampah Jadi Ruang Pemberdayaan Perempua

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A Kota Sukabumi, Ineu Nuraini, menunjukan salah satu produk Warung Ngapung PEKA Hadir di DP2KBP3A Kota Sukabumi. (Foto:Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Berawal dari keprihatinan terhadap tumpukan sampah di depan kantor, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi justru melahirkan sebuah inovasi yang tak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi perempuan kepala keluarga.

Inovasi itu diberi nama Warung Ngapung PEKA dan UPKKA. Warung yang baru diluncurkan pada Senin lalu itu menjadi wadah pemasaran produk UMKM sekaligus sarana pemberdayaan perempuan, khususnya Perempuan Kepala Keluarga (PEKA) dan anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPKKA).

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A Kota Sukabumi, Ineu Nuraini, mengatakan ide pendirian warung tersebut muncul dari keinginan menciptakan lingkungan kerja yang lebih bersih dan nyaman.

“Awalnya karena kami prihatin melihat tumpukan sampah di depan kantor yang setiap hari cukup mengganggu. Dari situ muncul keinginan untuk menata lingkungan kantor agar lebih rapi, bersih, dan nyaman untuk bekerja,” ujar Ineu.

Menurutnya, setelah dilakukan berbagai diskusi bersama pegawai, tenaga harian lepas (THL), hingga pegawai lainnya, muncul gagasan memanfaatkan area tersebut menjadi sebuah warung yang dikelola bersama.

“Gimana kalau kita membuat warung? Warung untuk kita, dari kita, dan untuk kita. Dari ide sederhana itu akhirnya lahirlah Warung PEKA,” katanya.

Ineu menjelaskan, program tersebut sejalan dengan upaya DP2KBP3A dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi perempuan.

“Perempuan kepala keluarga jumlahnya cukup banyak. Mereka punya berbagai usaha, mulai dari keripik, gorengan, makanan ringan, hingga produk UMKM lainnya. Produk-produk itu kami fasilitasi untuk dipasarkan di sini,” ungkapnya.

Tak hanya berasal dari perempuan kepala keluarga, produk yang dijual juga berasal dari pegawai, mitra UMKM binaan, hingga pelaku usaha dari lingkungan sekitar.

“Siapa pun yang memiliki usaha dan produk boleh menitipkan dagangannya di sini. Kami ingin warung ini menjadi tempat yang bisa membantu pemasaran produk masyarakat,” jelas Ineu.

Selain menjadi pusat pemasaran produk, Warung Ngapung PEKA juga membuka peluang pemberdayaan bagi keluarga pegawai dan generasi muda. Saat ini, warung tersebut dijaga oleh istri tenaga honorer yang bekerja di lingkungan DP2KBP3A.

“Kami juga ingin memberdayakan istri tenaga honorer maupun anak-anak PKL yang ingin belajar berwirausaha. Jadi bukan hanya tempat jualan, tetapi juga tempat belajar dan tumbuh bersama,” katanya.

Di sisi lain, keberadaan UPKKA yang terintegrasi dalam program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat kebersamaan.

“Melalui program ini kami ingin menumbuhkan semangat produktif, kebersamaan, dan pemberdayaan perempuan. Kita mulai dari hal yang kecil, tetapi manfaatnya mudah-mudahan bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Meski baru berjalan tiga hari sejak diluncurkan, DP2KBP3A Kota Sukabumi telah menyiapkan rencana pengembangan program tersebut. Ke depan, Warung Ngapung PEKA diharapkan dapat hadir di berbagai wilayah kecamatan bahkan instansi lainnya.

“Kami ingin memperluas jaringan. Minimal nanti ada di kecamatan-kecamatan terlebih dahulu. Tidak menutup kemungkinan konsep ini bisa dikembangkan seperti franchise dan diterapkan juga di dinas-dinas lain,” tutur Ineu.

Ia berharap keberadaan Warung Ngapung PEKA dan UPKKA dapat menjadi solusi sederhana namun berdampak nyata bagi peningkatan ekonomi keluarga, sekaligus menjadi contoh bahwa pemberdayaan perempuan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

“Harapannya program ini berkelanjutan, membantu perekonomian keluarga, dan semakin banyak perempuan yang mandiri secara ekonomi melalui usaha yang mereka jalankan,” pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist