BRANDA.CO.ID – Upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat mulai menunjukkan hasil positif. Pada penilaian verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional tahun 2025, Kota Sukabumi berhasil meraih nilai rata-rata di atas 70.
Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Hasil Penilaian Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2025 Forum Kota Sehat (FKSS) yang digelar di Oproom Setda Kota Sukabumi, Kamis (11/6/2026).
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraih.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pembangunan kota sehat pada tahun-tahun mendatang.
“Alhamdulillah kita masuk penilaian rata-rata 72 sampai 73. Target tahun depan kita ingin masuk ke angka 80. Kalau sempurna itu di angka 90, tetapi kita mulai dari capaian yang sekarang. Alhamdulillah Kota Sukabumi sudah masuk di atas angka 70 untuk penilaian Kota Sehat,” ujar Ayep Zaki.
Meski demikian, Ayep menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah titik akhir. Pemerintah Kota Sukabumi akan terus melakukan berbagai perbaikan agar dapat memenuhi lebih banyak indikator penilaian dan meningkatkan predikat Kota Sehat di masa mendatang.
Menurutnya, keberhasilan dalam penilaian Kota Sehat tidak bisa dicapai oleh satu perangkat daerah saja. Sebab, terdapat 26 indikator yang harus dipenuhi dan seluruhnya melibatkan berbagai sektor pembangunan.
“Ini kerja tim yang cukup bagus. Kota Sehat itu berkaitan dengan semua perangkat daerah, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUTR, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan dinas-dinas lainnya. Jadi ketika 26 indikator itu dikerjakan dengan baik, secara otomatis Kota Sukabumi juga akan berhasil,” jelasnya.
Ayep menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam mendorong peningkatan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, infrastruktur, hingga pelayanan publik yang menjadi bagian dari indikator Kota Sehat.
Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Forum Kota Sehat, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar target nilai 80 pada penilaian berikutnya dapat tercapai.
“Intinya kolaborasi. Semua pihak harus bergerak bersama karena Kota Sehat ini bukan hanya tanggung jawab satu dinas, tetapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.***

