Dikenal Sebagai Tempat Pemandian Sultan, Inilah Sejarah Situs Warungboto Jogja

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Situs Warungboto merupakan salah satu destinasi wisata sejarah populer di Yogyakarta, yang menyimpan jejak kejayaan Keraton Yogyakarta pada masa lampau.

Situs Warungboto dikenal sebagai bekas pesanggrahan atau tempat peristirahatan keluarga kerajaan, yang memiliki kolam pemandian dan arsitektur khas Jawa. Hingga kini, tempat ini menjadi tujuan wisata favorit bagi pencinta sejarah, fotografi, hingga pasangan yang melakukan sesi foto prewedding.

Situs Warungboto berada di Jalan Veteran No. 77, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Letaknya cukup strategis dan mudah dijangkau dari pusat Kota Yogyakarta sehingga menjadi salah satu objek wisata sejarah yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Pada masa lalu, Situs Warungboto dikenal sebagai Pesanggrahan Rejowinangun, yaitu tempat peristirahatan raja dan keluarga Keraton Yogyakarta. Bangunan ini mulai dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono II ketika masih menjabat sebagai putra mahkota pada periode 1765–1792.

Selain berfungsi sebagai tempat beristirahat, pesanggrahan ini juga memiliki peran strategis sebagai benteng pertahanan di sisi timur Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Keberadaan pesanggrahan tersebut menunjukkan bagaimana kerajaan pada masa itu tidak hanya membangun tempat rekreasi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan dan pertahanan wilayah.

Salah satu daya tarik utama Situs Warungboto adalah desain bangunannya yang unik. Kompleks pesanggrahan dibangun menghadap Sungai Gajah Wong dan terbagi menjadi dua bagian, yaitu sisi barat dan timur.

Pada bagian timur terdapat taman, kebun, segaran, dan area terbuka, sedangkan sisi barat menjadi pusat bangunan utama yang dilengkapi kamar-kamar serta dua kolam pemandian.

Kolam pertama berbentuk lingkaran dengan pancuran air yang berasal dari mata air alami yang dahulu sangat jernih. Sementara itu, kolam kedua memiliki bentuk persegi panjang yang digunakan sebagai area pemandian keluarga kerajaan.

Bangunan ini juga terkenal karena konstruksinya yang menggunakan batu bata tanpa struktur kayu. Dinding-dindingnya dibuat sangat tebal, mencerminkan karakter bangunan kerajaan pada abad ke-18 yang kokoh dan tahan lama.

Seiring berjalannya waktu, mata air yang menjadi sumber kehidupan pesanggrahan mulai mengering sejak tahun 1990-an. Kondisi tersebut menyebabkan kompleks ini perlahan ditinggalkan.

Untuk menjaga kelestariannya, pemerintah melakukan pemugaran pada beberapa bagian bangunan, termasuk rehabilitasi pendapa pada tahun 2009 dan pemugaran lanjutan pada tahun 2015.

Hasil pemugaran membuat pengunjung dapat melihat perbedaan antara bangunan asli dan bagian yang telah direstorasi. Struktur lama umumnya memiliki warna lebih gelap, sedangkan bagian hasil pemugaran tampak lebih terang.

Saat ini, Situs Warungboto menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menawarkan suasana tenang dan nilai edukasi tinggi.

Banyak wisatawan datang untuk menikmati keindahan arsitektur kuno, mempelajari sejarah Keraton Yogyakarta, atau mengabadikan momen melalui fotografi. Bahkan, lokasi ini sering dipilih sebagai latar foto prewedding karena memiliki nuansa klasik yang estetis.

Selain itu, pengunjung dapat menikmati berbagai sudut bangunan yang instagramable dengan sentuhan arsitektur Jawa kuno yang masih terjaga hingga sekarang.

Situs Warungboto buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Menariknya, pengunjung dapat menikmati kawasan bersejarah ini tanpa dikenakan biaya masuk atau tiket wisata. Hal tersebut menjadikan Situs Warungboto sebagai pilihan wisata edukatif dan ekonomis di Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist