Legenda Pasar Setan Gunung Lawu, Cerita Mistis yang Melekat di Kalangan Pendaki

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan berbagai cerita yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu kisah yang paling sering diperbincangkan adalah legenda Pasar Setan.

Menurut cerita yang beredar, sejumlah pendaki mengaku kerap mendengar suara riuh layaknya pasar ketika mendaki Gunung Lawu. Namun saat mereka melihat ke sekeliling, tidak tampak adanya pasar secara nyata. Kisah inilah yang kemudian melahirkan sebutan “Pasar Setan”.

Berdasarkan informasi , Pasar Setan disebut berada di sekitar Pos 5 jalur pendakian Gunung Lawu. Secara fisik, lokasi tersebut hanyalah area terbuka yang dipenuhi bebatuan dan hamparan alam pegunungan.

Pada siang hari, kawasan ini tampak seperti area biasa tanpa tanda-tanda aktivitas apa pun. Namun, dalam berbagai cerita yang berkembang, beberapa pendaki mengaku mendengar suara percakapan, langkah kaki, hingga hiruk-pikuk menyerupai suasana pasar ketika melintas pada malam hari.

Salah satu versi cerita menyebut kawasan Pasar Setan berkaitan dengan peperangan, pada masa akhir Kerajaan Majapahit. Konon, lokasi tersebut dipercaya menjadi tempat terjadinya pertempuran antara pasukan Adipati Cepudengan pasukan Prabu Brawijaya V.

Setelah mengalami kekalahan, Prabu Brawijaya bersama pasukan yang tersisa mundur ke kawasan Gunung Lawu hingga akhirnya terjadi pertempuran terakhir.

Dalam kisah yang berkembang, Prabu Brawijaya kemudian dipercaya melakukan moksa di kawasan Gunung Lawu. Sementara itu, hiruk-pikuk yang konon masih terdengar oleh sebagian pendaki diyakini masyarakat sebagai bagian dari cerita yang dikaitkan dengan peristiwa peperangan tersebut.

Perlu dicatat bahwa kisah ini merupakan bagian dari legenda dan kepercayaan masyarakat, bukan fakta sejarah yang telah terbukti secara ilmiah.

Hal yang membuat Pasar Setan terkenal adalah banyaknya cerita mengenai suara-suara yang terdengar tanpa sumber yang terlihat.

Beberapa pendaki mengaku mendengar suara orang berbincang, keramaian seperti aktivitas jual beli, langkah kaki banyak orang, dan suara tawar-menawar layaknya pasar tradisional.

Meski demikian, pengalaman tersebut bersifat anekdotal dan tidak dialami oleh semua pendaki. Hingga kini belum ada penjelasan ilmiah yang memastikan penyebab munculnya suara-suara tersebut.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, terdapat kepercayaan bahwa apabila seseorang mendengar suara Pasar Setan, ia dianjurkan tetap tenang dan tidak bersikap sembarangan.

Salah satu mitos yang cukup dikenal menyebutkan bahwa sebagian orang percaya pendaki dapat meletakkan atau meninggalkan sebuah barang sebagai simbol “transaksi” agar perjalanan tetap berjalan lancar.

Namun, praktik tersebut merupakan bagian dari cerita rakyat dan kepercayaan masyarakat, sehingga tidak memiliki dasar yang dapat diverifikasi secara ilmiah.

Terlepas dari berbagai cerita yang berkembang, Gunung Lawu tetap menjadi salah satu tujuan favorit para pendaki dari berbagai daerah.

Dengan ketinggian sekitar 3.265 meter di atas permukaan laut, gunung ini menawarkan panorama alam yang indah, jalur pendakian yang menantang, serta sejumlah situs bersejarah yang menarik untuk dipelajari.

Cerita mengenai Pasar Setan justru menjadi salah satu bagian dari kekayaan folklor, yang menambah daya tarik Gunung Lawu di mata para pencinta alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist