Wali Kota Ayep Zaki Siapkan Suka-SAI, Seluruh Data  Akan Terintegrasi dalam Satu Sistem

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menutup pelatiha Sukabumi Smart Artificial Intelligence (Suka-SAI) yang diselenggafakan BKPSDM setampat. (Foto:branda.co.id)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan ialah menghadirkan Sukabumi Smart Artificial Intelligence (Suka-SAI), sistem kecerdasan buatan yang akan mengintegrasikan seluruh data strategis Kota Sukabumi ke dalam satu server.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, usai menutup Pelatihan AI Lanjutan Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi di Ruang Pertemuan Balai Kota Sukabumi, Rabu (22/7/2026).

Pelatihan tersebut diikuti 32 peserta dari berbagai perangkat daerah yang mendapatkan pendalaman mengenai penggunaan Suka-SAI sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara dalam menghadapi era digital.

Ayep Zaki mengatakan, Pemerintah Kota Sukabumi ke depan akan memiliki server dan sistem data sendiri yang mampu menyajikan informasi secara real-time dari berbagai sektor pelayanan publik.

“Ke depan kita akan memiliki server sendiri dan sistem sendiri yang memuat seluruh data real-time Kota Sukabumi. Mulai dari data kependudukan, pendidikan, kesehatan, kehamilan, kelahiran, penyandang disabilitas, wajib pajak, retribusi, PBB-P2, hingga berbagai data lainnya akan terintegrasi dalam satu server,” ujarnya.

Menurut Ayep, melalui Suka-SAI seluruh data dari berbagai perangkat daerah akan dihimpun dan diolah sehingga proses pencarian informasi menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.

“Kalau membutuhkan data real-time, nanti tidak perlu lagi mencari ke berbagai instansi. Semuanya sudah tersedia melalui Suka-SAI,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan sistem tersebut tetap mengedepankan aspek keamanan data. Akses terhadap informasi akan disesuaikan dengan tingkat kewenangan masing-masing pengguna.

“Untuk pengamanannya, hanya pihak tertentu yang dapat mengakses data tertentu. Ada data yang bisa dibuka untuk umum, tetapi ada juga yang bersifat khusus karena menyangkut data pribadi masyarakat,” jelasnya.

Ayep menilai Suka-SAI akan menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan pemerintah karena mampu menyajikan kondisi masyarakat secara aktual, mulai dari jumlah warga miskin ekstrem, kasus stunting, hingga berbagai indikator pembangunan lainnya.

“Dengan data yang akurat dan real-time, pemerintah bisa mengambil keputusan lebih cepat dan tepat sasaran. Kita bisa mengetahui berapa jumlah warga miskin ekstrem, angka stunting, hingga kondisi pelayanan publik secara menyeluruh,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, mengatakan pelatihan AI lanjutan kali ini tidak hanya mengenalkan konsep dasar kecerdasan buatan, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan tingkat menengah (intermediate), terutama dalam menyusun prompt yang tepat agar menghasilkan informasi yang akurat dan relevan.

Menurutnya, pelatihan tersebut menggunakan platform AI yang dikembangkan Pemerintah Kota Sukabumi sendiri, yakni Suka-SAI.

“Kalau yang umum seperti ChatGPT atau Gemini tidak kita gunakan dalam pelatihan ini. Yang digunakan adalah AI milik Kota Sukabumi sendiri, yaitu Suka-SAI. Jadi peserta langsung belajar membuat prompt melalui sistem yang kita miliki,” ujar Taufik.

Ia menjelaskan, pengembangan Suka-SAI merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem AI yang aman karena seluruh data nantinya akan tersimpan dan dikelola di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Saat ini, lanjut Taufik, pengembangan Suka-SAI masih berada pada tahap awal. Fitur yang tersedia baru mencakup fungsi-fungsi dasar sebagai sarana pembelajaran penggunaan AI. Namun, hingga akhir 2026, BKPSDM menargetkan berbagai basis data pemerintah daerah mulai terintegrasi ke dalam sistem tersebut.

“Target kami, akhir tahun ini database sudah mulai di-input. Saat ini masih tahap dasar. Nanti pada pelatihan batch ketiga di bulan November, peserta sudah menggunakan Suka-SAI dengan fitur yang jauh lebih lengkap,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahap pengembangan berikutnya Suka-SAI akan mampu menyajikan berbagai data strategis daerah, mulai dari jumlah ibu hamil di setiap kelurahan, tingkat pengangguran per wilayah, hingga berbagai indikator pembangunan lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Dengan demikian, AI tidak hanya menjadi alat bantu administrasi, tetapi juga menjadi pendukung analisis data bagi pemerintah dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist