Hujat Pasien BPJS “Havent Brain”, Dokter Elda Putri Rahardini Berujung Minta Maaf

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Dokter Elda Putri Rahardini akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, setelah komentarnya terhadap pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, viral di media sosial.

Permintaan maaf Elda Putri Rahardini disampaikan melalui surat pernyataan yang beredar di media sosial pada Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam pernyataan tersebut, ia mengakui bahwa komentar yang ditulis melalui akun media sosialnya tidak pantas dan tidak mencerminkan sikap seorang dokter.

Dalam surat permintaan maafnya, Elda Putri Rahardini  mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang ia tuliskan sebelumnya merupakan tindakan yang tidak tepat. Ia juga menyadari ucapannya dinilai tidak etis serta menunjukkan kurangnya empati.

“Saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati,” tulis Elda.

Elda kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar Yurizal Tri Chaerawan, kerabat, serta masyarakat yang merasa terluka akibat komentarnya.

Sebagai seorang dokter dan tenaga kesehatan, Elda menyadari bahwa dirinya seharusnya mengedepankan nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan empati. Hal tersebut, menurutnya, tidak hanya berlaku ketika memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga ketika berkomunikasi di media sosial.

Sebelumnya, nama Elda ramai dibicarakan setelah akun Threads yang dikaitkan dengannya memberikan komentar terhadap unggahan Yurizal Tri Chaerawan.

Yurizal sebelumnya mengunggah keluhannya mengenai pengalaman sebagai pasien BPJS Kesehatan yang harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap.

Dalam unggahan tersebut, muncul komentar dari akun yang dikaitkan dengan Elda. Salah satu bagian komentarnya berbunyi PP-nya kaya orang have tetapi aslinya haven’t kah? Haven’t some brain cells” yang kemudian menjadi sorotan dan memicu kecaman dari warganet.

Komentar tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah kabar mengenai Yurizal yang kemudian meninggal dunia beredar di publik.

Di tengah polemik tersebut, Elda diketahui merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

RSUP dr Sardjito Yogyakarta juga telah memberikan klarifikasi bahwa Elda bukan dokter tetap di rumah sakit tersebut. Ia merupakan peserta didik yang menjalani pendidikan klinis di RSUP dr Sardjito.

Pihak rumah sakit kemudian mengambil langkah dengan menonaktifkan sementara Elda dari kegiatan pendidikan klinis. Keputusan tersebut disebut sebagai bagian dari proses pembinaan sesuai mekanisme pendidikan kedokteran yang berlaku.

Kasus ini sempat membuat sejumlah warganet mengaitkan komentar Elda dengan RSUP dr Sardjito karena Elda diketahui menjalani pendidikan klinis di rumah sakit tersebut.

Namun, RSUP dr Sardjito menegaskan bahwa Yurizal Tri Chaerawan bukan pasien mereka. Yurizal disebut menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Bogor, Jawa Barat.

Pihak RSUP dr Sardjito menjelaskan bahwa komentar Elda dilakukan secara personal melalui media sosial, dan bukan dalam kapasitas sebagai dokter tetap rumah sakit. (

Permintaan maaf Elda menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam polemik komentar terhadap Yurizal. Dalam pernyataannya, ia menyadari pentingnya menjaga sikap dan komunikasi sebagai tenaga kesehatan, termasuk ketika menggunakan media sosial.

Sementara itu, keputusan RSUP dr Sardjito menonaktifkan sementara Elda dari kegiatan pendidikan klinis menjadi bagian dari proses pembinaan yang sedang berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist