Jelang Hari Pramuka 2026, Ini Susunan Upacar Beserta Tema dan Makna Logo ke-65

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Hari Pramuka 2026 diperingati pada Jumat, 14 Agustus 2026. Tahun ini menjadi peringatan Hari Pramuka ke-65. Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan tersebut dapat diisi dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih sebagai salah satu rangkaian kegiatan.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka juga telah meluncurkan tema dan logo resmi untuk peringatan tahun ini. Buat yang sedang menyiapkan upacara Hari Pramuka 2026 di sekolah, gugus depan, maupun lingkungan organisasi, berikut susunan yang bisa dijadikan acuan.

Susunan upacara Hari Pramuka 2026 ini merujuk pada SK Kwartir Nasional Nomor 178 Tahun 1979, tentang Jukran Upacara di Dalam Gerakan Pramuka.

Berikut urutan dalam pedoman pengibaran Sang Merah Putih:

1. Pemimpin Upacara menyiapkan pasukan peserta upacara.

2. Pembina Upacara menempatkan diri di tempat yang telah ditentukan.

3. Pemimpin Upacara memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara.

4. Pemimpin Upacara menyampaikan laporan kepada Pembina bahwa upacara siap dimulai.

5. Petugas pengibar bendera maju ke tiang, mengikatkan bendera dengan tali, kemudian merentangkannya. Salah satu petugas memberikan aba-aba, “Bendera siap”.

6. Pemimpin Upacara memberikan aba-aba penghormatan kepada Sang Merah Putih. Peserta memberikan hormat sampai bendera mencapai puncak tiang. Pengibaran dapat diiringi lagu Indonesia Raya.

7. Setelah bendera sampai di puncak, Pemimpin Upacara memberikan aba-aba untuk kembali tegak.

8. Petugas mengikatkan tali ke tiang, mundur tiga langkah, memberi hormat kepada bendera, lalu kembali ke tempat semula.

9. Mengheningkan cipta dan berdoa yang dipimpin Pembina Upacara.

10. Pembacaan teks Pancasila.

11. Amanat Pembina Upacara.

12. Pemimpin Upacara melaporkan bahwa upacara pengibaran bendera telah selesai dilaksanakan.

13. Peserta memberikan penghormatan kepada Pembina Upacara.

14. Pembina Upacara meninggalkan tempat upacara.

15. Pemimpin Upacara membubarkan pasukan peserta.

Susunan Penurunan atau Penyimpanan Bendera

Selain upacara pengibaran, pedoman juga memuat rangkaian penurunan atau penyimpanan Sang Merah Putih.

Pasukan terlebih dahulu disiapkan oleh Pemimpin Upacara. Setelah Pembina menempatkan diri, peserta memberikan penghormatan. Pemimpin Upacara kemudian melaporkan bahwa upacara penurunan atau penyimpanan bendera siap dimulai.

Petugas bendera selanjutnya maju ke tiang dan memberikan hormat kepada Sang Merah Putih. Tali dilepas dan petugas menyatakan “Bendera siap”. Pemimpin Upacara kemudian memberikan aba-aba penghormatan sampai bendera mencapai batas bawah.

Setelah itu, petugas melepas bendera dari tali, melipatnya, lalu membawanya kembali ke tempat semula. Rangkaian dilanjutkan dengan doa, laporan Pemimpin Upacara, penghormatan kepada Pembina, Pembina meninggalkan tempat, dan pasukan dibubarkan.

Jika ada acara tambahan seperti aubade atau atraksi, kegiatan tersebut dapat dilakukan setelah Pembina Upacara berada di mimbar lain.

Tema Hari Pramuka 2026

Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 mengusung tema:

“Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Tema tersebut membawa beberapa pesan utama. Pertama, Gerakan Pramuka ingin terus memantapkan langkah organisasi melalui transformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, dan tertata.

Kedua, ada penekanan terhadap dukungan pada swasembada pangan. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen Pramuka dalam pengabdian kepada masyarakat, terutama untuk ikut memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Ketiga, tema tersebut menghubungkan peran Gerakan Pramuka dengan visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam membina generasi muda agar siap menjadi calon pemimpin masa depan.

Makna Logo Hari Pramuka ke-65

Logo Hari Pramuka 2026 juga memiliki sejumlah unsur dan makna. Salah satunya adalah tunas kelapa yang menjadi simbol utama Gerakan Pramuka.

Tunas kelapa menggambarkan anggota Pramuka sebagai tunas bangsa yang tangguh, bermanfaat, serta mampu tumbuh dan beradaptasi dalam berbagai kondisi.

Logo tersebut juga memuat lingkaran kepramukaan dunia. Unsur ini menegaskan bahwa Pramuka Indonesia menjadi bagian dari persaudaraan global dan ikut dalam gerakan kepanduan internasional.

Sementara untuk warna, merah dan putih melambangkan keberanian, kesucian, sekaligus jati diri bangsa Indonesia. Warna emas atau kuning menggambarkan kejayaan, kemuliaan, dan optimisme menuju Indonesia Emas 2045.

Ada pula warna hijau toska yang menggambarkan kesegaran, semangat pembaruan, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist