Nasib Untung! Daisy PRT Hong Kong Ini Dapat Warisan Rp 14 Miliar dari Mantan Majikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Kisah Daisy Budca-Eng, seorang pekerja rumah tangga atau PRT asal Filipina, kembali menjadi perhatian. Daisy mendapat warisan bernilai sedikitnya Rp14 miliar dari mantan majikannya di Hong Kong, seorang perempuan lanjut usia asal Portugal bernama Marie.

Warisan tersebut diberikan kepada Daisy meski keduanya tidak memiliki hubungan darah. Hubungan Daisy dan Marie justru semakin dekat selama sekitar 11 tahun di Hong Kong, hingga sang majikan menganggap Daisy seperti bagian dari keluarganya.

Sebelum bekerja sebagai PRT di Hong Kong, kehidupan Daisy jauh dari kemewahan. Ia berasal dari Mountain Province, Filipina, dan menikah ketika masih berusia 16 tahun.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, Daisy sempat berjualan garam di kampung halamannya. Namun, penghasilan dari pekerjaan tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi itu akhirnya membuat Daisy memutuskan mencari pekerjaan di luar negeri.

Saat pertama kali bekerja di Hong Kong, Daisy mengaku mengalami pengalaman yang tidak mudah. Ia pernah mendapat perlakuan kurang baik dari majikan sebelumnya dan memiliki waktu istirahat yang sangat terbatas.

Kehidupan Daisy kemudian berubah ketika ia bekerja untuk Marie, seorang perempuan lanjut usia asal Portugal.

Digaji Rp1 Jutaan, Daisy Justru Diperlakukan Seperti Keluarga

Saat bekerja untuk Marie, Daisy disebut menerima gaji sekitar 900 dolar Hong Kong atau sekitar 2.700 peso pada masa itu. Meski penghasilannya tidak besar, Daisy merasa bahagia karena Marie memperlakukannya dengan baik.

Hubungan keduanya bahkan menjadi sangat dekat. Ketika Daisy memutuskan kembali ke Filipina, Marie memilih ikut bersamanya. Marie diketahui tidak ingin tinggal di panti jompo di Hong Kong dan akhirnya menetap bersama Daisy di Filipina.

Selama tinggal di Filipina, Daisy merawat Marie dengan penuh perhatian. Keduanya juga sempat menghabiskan waktu bersama dengan mengunjungi sejumlah tempat, termasuk lokasi-lokasi keagamaan.

Bagi Daisy, Marie bukan lagi sekadar majikan. Perempuan tersebut sudah dianggap sebagai teman sekaligus bagian dari keluarganya.

Marie Meninggal Dunia pada 2002

Setelah sekitar 11 tahun bekerja dan merawat Marie, Daisy harus kehilangan sosok yang sudah dekat dengannya. Marie meninggal dunia di Filipina pada 2002 akibat penyakit serius.

Daisy tentu merasa sangat kehilangan. Namun, beberapa waktu setelah kematian Marie, sebuah surat justru membawa kabar yang tidak pernah disangka sebelumnya.

Nama Daisy ternyata tercantum dalam surat wasiat Marie

Awalnya Daisy disebut tidak percaya dengan isi surat tersebut. Dalam wasiat itu, Marie meninggalkan sejumlah aset untuk Daisy, termasuk sebuah apartemen senilai 26 juta peso Filipina, saham di berbagai perusahaan, serta uang tunai yang diperkirakan mencapai 25 juta peso.

Jika nilai apartemen dan uang tunai tersebut digabungkan, jumlahnya mencapai sedikitnya 51 juta peso Filipina. Berdasarkan kurs pada Januari 2023 yang digunakan dalam laporan sumber, nilai tersebut setara sekitar Rp14 miliar.

Jumlah itu bahkan belum memasukkan nilai saham yang juga menjadi bagian dari warisan Daisy.

Warisan tersebut tentu mengubah kehidupan Daisy secara drastis. Dari seorang PRT yang sebelumnya bekerja di luar negeri untuk membantu keluarganya, Daisy kemudian memiliki aset bernilai miliaran rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist