BRANDA.CO.ID – Salinan ijazah Wapres RI Mohammad Hatta kini dipajang di kampus ternama dunia, Hatta Building, Erasmus University Rotterdam, Belanda.
Dokumen tersebut merupakan salinan ijazah Wapres RI dari Nederlandsche Handels-Hogeschool, institusi pendidikan yang kini menjadi bagian dari Erasmus University Rotterdam.
Pemajangan ijazah Wapres RI Bung Hatta menjadi penanda, bahwa perjalanan intelektualnya masih dikenang di lingkungan kampus tempat ia pernah menempuh pendidikan. Hatta Building sendiri diberi nama untuk mengenang warisan dan kiprah tokoh yang menjadi Wakil Presiden pertama Indonesia tersebut.
Salinan ijazah Bung Hatta dipajang sebagai bagian dari penghormatan terhadap perjalanan hidup dan pemikirannya. Dokumen akademik tersebut bukan hanya menjadi catatan mengenai pendidikan Hatta, tetapi juga mengingatkan hubungan panjang antara dirinya dengan Rotterdam.
Bagi Erasmus University Rotterdam, Bung Hatta merupakan salah satu alumnus yang memiliki kaitan penting dengan sejarah Indonesia sekaligus sejarah institusi pendidikan tersebut.
Keberadaan ijazah tersebut juga memperlihatkan bagaimana perjalanan seorang mahasiswa dari Hindia Belanda kemudian berkaitan erat dengan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Bung Hatta Tak Hanya Menuntut Ilmu di Belanda
Bung Hatta datang ke Belanda tidak hanya untuk mendapatkan pendidikan. Selama menjadi mahasiswa, ia juga aktif dalam organisasi pergerakan mahasiswa Indonesia di Belanda.
Hatta terlibat dalam Perhimpunan Indonesia, organisasi yang menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa Indonesia untuk membangun kesadaran kebangsaan dan memperjuangkan gagasan mengenai kemerdekaan Indonesia.
Di lingkungan akademik dan politik Belanda, Hatta bersama tokoh-tokoh pergerakan lainnya menyuarakan gagasan bahwa Indonesia memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan intelektual dan politik Bung Hatta.
Pendidikan Menjadi Bagian dari Perjuangan Bung Hatta
Bagi Bung Hatta, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pengetahuan yang diperolehnya mengenai ekonomi, politik, serta kehidupan intelektual di Eropa menjadi bekal dalam perjuangannya.
Selama berada di Belanda, Hatta menggunakan ruang organisasi, tulisan, diskusi dan gagasan politik untuk memperkenalkan persoalan Indonesia kepada masyarakat internasional.
Karena itu, salinan ijazah Bung Hatta yang kini dipajang di Rotterdam memiliki makna lebih luas daripada sekadar dokumen kelulusan. Ijazah tersebut menjadi bagian dari catatan perjalanan seorang pemuda Indonesia yang kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah lahirnya Indonesia merdeka.
Perjalanan Hatta di Rotterdam menjadi salah satu fase penting dalam kehidupannya. Dari kota tersebut, ia tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga memperluas pemikiran mengenai kebangsaan dan kemerdekaan.
Hatta kemudian kembali ke Indonesia dan bersama Soekarno memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan. Keduanya kemudian membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Jejak perjalanan tersebut membuat keberadaan salinan ijazah Bung Hatta di Erasmus University Rotterdam, memiliki nilai historis tersendiri.

