BRANDA.CO.ID – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan melalui partisipasi dalam International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Melalui keikutsertaan dalam pameran tersebut, UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional JBB mencatatkan total omzet penjualan lebih dari Rp90 juta.
INACRAFT 2026 mengusung tema “TechnoCraft” yang memadukan tradisi, teknologi, dan inovasi, sekaligus menyoroti peran youthpreneurs atau wirausahawan muda dalam mengembangkan industri kerajinan.
Pameran ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan, menjangkau konsumen yang lebih luas, serta membuka peluang kemitraan dengan calon pembeli dari berbagai daerah.
Dalam ajang tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional JBB memfasilitasi enam UMKM binaan yang bergerak di berbagai sektor usaha, yaitu Mierto dari kategori fesyen, Sewish & Rich dari kategori kerajinan (craft), serta Kedai Oemanka, Dapur Bunda Heni, Kedai Bang Zul, dan Kedai In-spirasi dari kategori makanan dan minuman (food and beverage/F&B).
Partisipasi dalam INACRAFT 2026 memberikan kesempatan bagi UMKM binaan untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas eksposur produk kepada masyarakat.
Tingginya jumlah pengunjung selama pameran berlangsung turut membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung dan menjangkau konsumen baru.
Arif, salah satu karyawan Batik Mierto yang bertugas di stan Pertamina, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam INACRAFT 2026 memberikan dampak positif terhadap pengenalan produk.
Menurutnya, tingginya kunjungan masyarakat sejak pagi hingga malam memberikan kesempatan bagi produk Batik Mierto untuk semakin dikenal.
“Peningkatannya terasa selama mengikuti pameran ini. Pengunjung cukup ramai dari pagi hingga malam, sehingga produk kami dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. Harapannya, ke depan semakin banyak kegiatan seperti ini yang dapat diikuti oleh UMKM,” ujar Arif.
Selain memberikan manfaat bagi pelaku usaha, INACRAFT 2026 juga mendapatkan respons positif dari pengunjung. Janti, salah satu pengunjung pameran, menilai INACRAFT memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengenal beragam produk kerajinan dari berbagai daerah dalam satu lokasi.
“Kerajinannya bagus. Kita bisa melihat produk-produk dari berbagai daerah dalam satu tempat, jadi lebih efisien dan efektif tanpa harus berpindah-pindah lokasi. Di INACRAFT, kita bisa melihat beragam hasil kerajinan dari hampir seluruh Indonesia,” ujar Janti.
Janti juga mengapresiasi suasana pameran yang tertata rapi, bersih, dan nyaman bagi pengunjung, termasuk keluarga yang membawa anak-anak. Ia berharap INACRAFT dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan promosi yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat yang berkunjung.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menyampaikan bahwa partisipasi UMKM binaan dalam INACRAFT 2026 merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk memperluas akses pasar dan mendorong pertumbuhan usaha mitra binaan.
“Melalui partisipasi dalam INACRAFT 2026, Pertamina Patra Niaga Regional JBB memberikan kesempatan kepada UMKM binaan untuk memperkenalkan produk, meningkatkan penjualan, dan membangun jejaring usaha. Capaian omzet lebih dari Rp90 juta menjadi salah satu hasil positif dari keikutsertaan ini. Kami berharap kesempatan seperti ini dapat mendorong UMKM binaan untuk terus berinovasi, mengembangkan usaha, dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Reno.
Pertamina Patra Niaga Regional JBB akan terus mendorong pengembangan UMKM binaan melalui berbagai upaya pemberdayaan, termasuk fasilitasi promosi dan perluasan akses pasar.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat, pengembangan kewirausahaan, dan penguatan daya saing UMKM, sekaligus mendukung Asta Cita dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (RLS)

