Ahli Kaget Temukan Bentuk Bumi Mulai Berubah, Ini Penyebabnya Akibat Perubahan Iklim

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Selama ini, Bumi dikenal sebagai planet berbentuk hampir bulat. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa bentuk Bumi ternyata sedang mengalami perubahan secara perlahan. Fenomena ini berkaitan erat dengan perubahan iklim dan mencairnya lapisan es di wilayah kutub.

Temuan bentuk bumi tersebut menarik perhatian para ilmuwan, karena perubahan yang terjadi tidak hanya memengaruhi permukaan Bumi, tetapi juga bentuk planet secara keseluruhan.

Berdasarkan hasil penelitian, bagian padat bentuk Bumi justru semakin mendekati bola sempurna, ditandai dengan wilayah kutub yang perlahan terangkat dan tonjolan di sekitar garis khatulistiwa yang mulai menyusut.

Secara ilmiah, Bumi sebenarnya bukanlah bola sempurna. Planet ini memiliki bentuk yang sedikit pepat di bagian kutub dan menggembung di sekitar garis khatulistiwa. Kondisi tersebut terjadi akibat rotasi Bumi yang menghasilkan gaya sentrifugal.

Namun, penelitian terbaru yang dipimpin Christoforos Kotsakis, profesor geodesi dari Aristotle University of Thessaloniki, Yunani, menemukan bahwa bentuk bagian padat Bumi mengalami perubahan.

Penelitian yang diterbitkan pada 9 September 2026 dalam jurnal Journal of Geophysical Research: Solid Earth tersebut menggunakan data Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk mengamati pergerakan permukaan Bumi.

Hasilnya menunjukkan bahwa wilayah kutub mengalami pengangkatan, sedangkan tonjolan di sekitar khatulistiwa mengalami penyusutan. Perubahan tersebut membuat bagian padat Bumi secara perlahan menjadi lebih bulat.

Fenomena ini berkaitan dengan mencairnya lapisan es di Greenland dan Antarktika akibat meningkatnya suhu global.

Salah satu temuan menarik dari penelitian tersebut adalah meningkatnya kecepatan perubahan bentuk Bumi.

Berdasarkan data pengamatan GNSS, pada periode 1997–2000, pengangkatan wilayah kutub tercatat sekitar 0,5 milimeter per tahun. Angka tersebut meningkat hingga mendekati 1 milimeter per tahun pada periode 2011–2015.

Artinya, kecepatan perubahan bentuk bagian padat Bumi mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Meski terdengar sangat kecil, perubahan tersebut menjadi perhatian ilmuwan karena menunjukkan bahwa kondisi planet dapat dipengaruhi oleh perubahan iklim dalam jangka panjang.

Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa perubahan permukaan Bumi dapat dipantau menggunakan teknologi satelit dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.

Penyebab utama fenomena ini berkaitan dengan proses yang dikenal sebagai glacial isostatic adjustment, atau penyesuaian isostatis glasial.

Selama ribuan tahun, lapisan es yang sangat tebal di Greenland dan Antarktika memberikan tekanan besar terhadap kerak Bumi. Ketika es tersebut mencair, beban yang menekan permukaan Bumi berkurang.

Akibatnya, daratan yang sebelumnya tertekan perlahan mengalami pengangkatan kembali.

Proses tersebut dapat diibaratkan seperti adonan yang kembali mengembang setelah sebelumnya ditekan. Semakin banyak beban es yang hilang, semakin besar pula perubahan yang dapat terjadi pada permukaan daratan di wilayah tersebut.

Sementara itu, air dari es yang mencair berpindah ke lautan dan mengubah distribusi massa di berbagai wilayah Bumi.

Perpindahan massa air tersebut turut memengaruhi kondisi di sekitar khatulistiwa sehingga tonjolan pada bagian padat Bumi mengalami penyusutan.

Ada hal menarik lainnya dalam penelitian ini. Perubahan bentuk Bumi ternyata dapat menghasilkan gambaran berbeda apabila ilmuwan memperhitungkan bagian padat planet dan massa air laut secara bersamaan.

Jika hanya melihat bagian padat Bumi, planet ini perlahan menjadi lebih bulat karena wilayah kutub terangkat dan tonjolan khatulistiwa menyusut.

Namun, ketika massa air laut ikut diperhitungkan, hasilnya berbeda. Perpindahan air dari wilayah kutub menuju lautan di lintang yang lebih rendah justru dapat meningkatkan tonjolan massa air di sekitar khatulistiwa.

Akibatnya, bentuk keseluruhan Bumi yang memperhitungkan daratan dan lautan dapat menunjukkan kecenderungan semakin pepat.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan distribusi massa dan pengaruhnya terhadap medan gravitasi Bumi.

Karena itu, perubahan bentuk fisik Bumi tidak bisa disamakan begitu saja dengan perubahan geoid, yaitu model permukaan yang menggambarkan medan gravitasi planet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist