Prajogo Pangestu, Orang Terkaya di Indonesia yang Berawal Dari Sopir Angkot

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Prajogo Pangestu, konglomerat asal Kalimantan Barat, berhasil mencetak sejarah sebagai orang terkaya di Indonesia. Pada berbagai periode di tahun 2023 dan kembali di pertengahan Juli 2025, kekayaannya melampaui para pesaing beratnya seperti Duo Hartono pemilik Djarum dan BCA dan Low Tuck Kwong.

Pencapaian ini menempatkan Prajogo Pangestu tidak hanya sebagai yang terkaya di Tanah Air, tetapi juga di jajaran miliarder top dunia, bahkan sempat berada di posisi ke-26 orang terkaya global.

Kisah Prajogo Pangestu adalah cerminan dari kegigihan dan visi bisnis yang tajam. Lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat pada 13 Mei 1944, Prajogo memiliki latar belakang yang sederhana.

Ia hanya mampu menempuh pendidikan hingga tingkat menengah, dan sempat bekerja sebagai sopir angkot untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Titik balik dalam hidup Prajogo terjadi pada tahun 1960-an, ketika ia bertemu dengan pengusaha kayu asal Malaysia, yaitu Bong Sun On atau Burhan Uray. Pertemuan ini membuka jalan baginya untuk terjun ke industri kayu.

Dengan pengalaman yang ia dapatkan, pada akhir tahun 1980, Prajogo mendirikan perusahaan kayu sendiri, CV Pacific Lumber Coy. Perusahaan ini berkembang pesat dan dalam waktu 13 tahun, namanya berubah menjadi Barito Pacific Timber.

Prajogo menjadi salah satu pengusaha kayu terkemuka di Indonesia, sebelum krisis ekonomi melanda pada tahun 1997. Setelah krisis, ia tidak tinggal diam. Pada tahun 2007, ia mulai memperluas sayap bisnisnya ke sektor-sektor lain di luar kayu.

Lonjakan signifikan dalam kekayaannya terjadi, setelah beberapa perusahaannya melantai di bursa saham Indonesia. Dua emiten utama yang menjadi sorotan adalah PT Barito Renewables Energy Tbk, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

Kenaikan harga saham BREN dan CUAN, serta aksi korporasi lainnya sepanjang tahun 2023 dan 2025, menjadi faktor utama yang mendongkrak kekayaan Prajogo. Misalnya, harga saham CUAN sempat melonjak hingga 145% dalam jangka waktu satu bulan.

Selain itu, perusahaan miliknya, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk juga turut berkontribusi terhadap pundi-pundi kekayaannya.

TPIA bahkan dikabarkan telah menjual 30% saham anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi, yang menghasilkan investasi sebesar US$194 juta atau sekitar Rp3,03 triliun.

Pada 15 Juli 2025, berdasarkan data Forbes, kekayaan Prajogo Pangestu mencapai US32,2miliar atau sekitar Rp523,5 triliun, mengungguli Low Tuck Kwong dan Duo Hartono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist