Aksi Boikot Meluas di Medsos, Manajemen Trans7 Minta Maaf Usai Singgung Pesantren Lirboyo

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRABDA.CO.ID – Viral di media sosial, ajakan untuk memboikot stasiun televisi nasional Trans7 mencuat, terutama dari kalangan santri dan komunitas pesantren. Tagar #BoikotTrans7 menjadi trending di berbagai platform seperti X (Twitter) dan Instagram, memicu perhatian publik.

Aksi boikot ini dipicu oleh penayangan salah satu episode program XPOSE di Trans7 yang berjudul “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok? Kiainya yang kaya raya, tapi umat yang kasih amplop.”

Judul dan cuplikan video di Trans7 tersebut dinilai provokatif dan menyinggung kalangan pesantren. Banyak warganet menilai tayangan itu merendahkan martabat kiai, santri, dan lembaga pesantren.

Meskipun mungkin dimaksudkan sebagai bentuk kritik sosial, penyajiannya dianggap tidak berimbang dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terhadap kehidupan di pondok pesantren.

Menanggapi hal tersebut, pihak Trans7 menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui keterangan tertulis pada Selasa pagi (14/10/2025).

“Sehubungan dengan tayangan/pemberitaan mengenai Pondok Pesantren Lirboyo yang telah ditayangkan di program Xpose Uncensored Trans7, pada tanggal 13 Oktober 2025, kami telah melakukan review dan tindakan-tindakan atas keteledoran yang kurang teliti sehingga merugikan Keluarga Besar PP. Lirboyo,” tulis pihak Trans7 dalam pernyataannya.

“TRANS7 dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap Kyai dan Keluarga, para Pengasuh, Santri, serta Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya di bawah naungan PP. Putri Hidayatul Mubtadiaat. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” lanjut pernyataan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist