TPT Kota Sukabumi Masih Tertinggi, Bappeda Bentuk Tim Khusus Tekan Pengangguran

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA), pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani. (Foto:Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Sukabumi masih menjadi sorotan serius. Meski mengalami penurunan pada 2025, angkanya tetap lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi dan nasional, menandakan upaya penanganan belum optimal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Kota Sukabumi pada 2025 tercatat sebesar 8,19 persen. Angka tersebut melampaui TPT Provinsi Jawa Barat yang berada di angka 6,77 persen dan nasional sebesar 4,9 persen.

Kondisi ini mendorong Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi mengambil langkah cepat dengan membentuk Tim Penanganan TPT melalui Keputusan Wali Kota Sukabumi Nomor 100.3.3.3/Kep.51/Bappeda/2026.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Bappeda Kota Sukabumi Erni Agus Riyani, mengatakan, pembentukan tim ini menjadi upaya memperkuat koordinasi lintas sektor yang selama ini dinilai belum maksimal.

“Kami telah melaksanakan rapat kelompok kerja sebagai bagian dari sinkronisasi program. Salah satunya dengan membentuk tim penanganan TPT,” kata dia kepada wartawan, belum lama ini.

Tim tersebut dibagi ke dalam enam kelompok kerja (pokja) dengan fokus berbeda, mulai dari penempatan tenaga kerja, peningkatan kompetensi, pengembangan kewirausahaan dan UMKM, hingga sektor investasi, perlindungan tenaga kerja, serta penguatan data ketenagakerjaan.

Namun demikian, pembentukan tim ini sekaligus menjadi indikator bahwa persoalan pengangguran di Kota Sukabumi masih belum tertangani secara efektif.

Erni mengakui, tingginya TPT mencerminkan masih adanya kesenjangan antara kebutuhan pasar kerja dengan kualitas tenaga kerja, serta belum optimalnya daya serap sektor ekonomi.

“Pokja 1 menjadi fokus awal karena berperan langsung dalam membuka akses pasar kerja dan mengidentifikasi potensi tenaga kerja,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap kelompok kerja akan bertanggung jawab dalam pelaksanaan program, koordinasi lintas instansi, hingga pelaporan perkembangan dan kendala di lapangan.

Pemerintah daerah berharap pendekatan kolaboratif berbasis data ini mampu menjadi solusi konkret dalam menekan angka pengangguran yang selama ini masih membayangi Kota Sukabumi.

“Kami berharap program lebih selaras dan langkah strategis yang diambil mampu menurunkan TPT secara signifikan,” pungkasnya.(Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist