Kisah Dea Rachma Lulusan UGM Bekerja sebagai Petugas Kebersihan di Australia

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Kisah Dea Rachma, lulusan UGM Yogyakarta yang menyandang predikat cumlaude dari program studi D3 Pariwisata dan D4 Bisnis Perjalanan Wisata, viral karena memilih bekerja sebagai petugas kebersihan di Australia.

Cerita ini mulai ramai setelah Dea Rachma membagikan video kesehariannya bekerja mengenakan seragam oranye, sebagai petugas kebersihan di Australia melalui akun Instagram pribadinya @dearaleyden, yang memicu berbagai respons dari publik.

Unggahan Dea Rachma menunjukkan aktivitasnya sebagai housekeeper atau cleaning attendant, mulai dari membersihkan kamar, area publik, hingga menangani laundry.

Banyak netizen awalnya mengira pekerjaannya itu hanya sampingan sambil melanjutkan studi S2 di Australia, namun Dea menegaskan bahwa pekerjaan sebagai petugas kebersihan adalah pekerjaannya secara penuh waktu di sana.

Ia menjalani jam kerja panjang dengan ritme kerja yang padat di lingkungan kerja yang menuntut fisik. Keputusan Dea bekerja di Australia bukan tanpa alasan.

Ia memilih merantau dan bekerja di luar negeri untuk mendapatkan pengalaman baru, kesempatan kerja, dan tantangan yang berbeda setelah menyelesaikan pendidikan di Indonesia.

Sebelumnya ia pernah bekerja di hotel bintang lima di Yogyakarta, namun Dea bertekad mengejar peluang lebih luas di luar negeri dengan memanfaatkan Working Holiday Visa, yang memungkinkan dirinya tinggal dan bekerja di Australia untuk jangka waktu tertentu.

Kisahnya ini mendapatkan berbagai tanggapan dari netizen, ada yang mempertanyakan pilihan kariernya, namun Dea justru menyikapinya dengan bijak.

Ia menjelaskan bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih rendah dibanding yang lain selama pekerjaan itu halal dan membawa manfaat bagi dirinya serta keluarganya.

Dea juga menjadikan pengalamannya sebagai petugas kebersihan sebagai pesan bahwa bekerja keras dan rendah hati dalam setiap posisi pekerjaan adalah hal yang patut dibanggakan.

Selain itu, kisah Dea juga membuka mata banyak orang tentang realitas pencarian kerja dan realitas hidup di luar negeri yang sering kali tidak seindah ekspektasi.

Gaji untuk posisi cleaning service di Australia sendiri cukup kompetitif dibandingkan standar Indonesia, dengan estimasi upah sekitar AU$33,95 per jam, meskipun kondisi kerja di luar negeri tetap menuntut tenaga dan komitmen tinggi.

Pada akhirnya cerita Dea tidak hanya viral karena kontradiksi antara gelar akademis dan jenis pekerjaan yang dijalani, tetapi juga menjadi refleksi bahwa setiap pekerjaan memiliki harga diri dan nilai masing-masing.

Pilihan Dea membuktikan, bahwa keberanian mengambil keputusan yang tak biasa demi mencari pengalaman hidup dan kemandirian, bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist