BRANDA.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Berkah di Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, mulai bertransformasi di bawah kepemimpinan kepala baru, Riswandi Alexis.
Pejabat yang sebelumnya bertugas di Cianjur itu langsung bergerak melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam mengatasi kendala keterlambatan pasokan bahan baku serta memperkuat koordinasi internal.
Riswandi mengakui, terdapat perbedaan kondisi lapangan antara wilayah tugas sebelumnya dengan di Cireunghas. Salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah keterlambatan pengiriman dari supplier, yang berdampak pada proses produksi di dapur SPPG.
“Memang ada beberapa kendala, terutama keterlambatan pasokan. Tapi kami sudah mulai mengatasinya dengan memperkuat komunikasi, baik dengan supplier maupun tim internal,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan, penguatan komunikasi menjadi langkah utama untuk memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cepat. Sinergi antara relawan, mitra yayasan, dan seluruh unsur operasional dinilai menjadi kunci kelancaran layanan.
Di sisi lain, peningkatan jumlah penerima manfaat juga menjadi tantangan baru. Jika sebelumnya sekitar 1.000 orang, kini melonjak menjadi 3.000 penerima, sehingga menuntut kesiapan lebih dalam hal pengadaan bahan dan distribusi.
“Dengan jumlah yang meningkat, tentu kompleksitasnya juga bertambah. Karena itu, kerja sama tim sangat penting agar tidak terjadi keterlambatan,” jelasnya.
Riswandi juga menyoroti pentingnya etika kerja dan kesiapan relawan, terutama dalam proses persiapan bahan makanan. Ia berharap seluruh tim lebih responsif terhadap kondisi di lapangan dan saling mendukung saat menghadapi kendala.
“Yang utama adalah kerja sama. Permasalahan jangan melebar, tapi diselesaikan bersama dengan komunikasi yang baik,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada operasional, SPPG Berkah juga berencana membenahi infrastruktur, khususnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Fasilitas yang ada saat ini akan dievaluasi, bahkan berpotensi dibangun ulang agar memenuhi standar lingkungan.
“IPAL ini penting karena berkaitan langsung dengan dampak lingkungan. Kami akan pastikan sesuai standar dan rekomendasi pihak terkait,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi.
Dengan berbagai langkah pembenahan tersebut, Riswandi optimistis SPPG Berkah Cireunghas dapat meningkatkan kualitas layanan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara lebih optimal. (Her)

