BRANDA.CO.ID – Kabar duka datang dari insiden kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 malam. Seorang korban bernama Vica Acnia Fratiwi dinyatakan meninggal dunia, setelah sebelumnya sempat dilaporkan hilang kontak dan dicari oleh pihak keluarga, termasuk pamannya.
Peristiwa Vica Acnia Fratiwi ini menambah daftar korban, dalam kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur.
Sejak insiden terjadi, keluarga Vica Acnia Fratiwi tidak dapat menghubungi korban. Kondisinya sempat membuat keluarga panik dan melakukan pencarian ke berbagai rumah sakit serta lokasi evakuasi korban.
Bahkan, pihak keluarga turut menyebarkan informasi dan mencari bantuan, karena belum ada kepastian keberadaan Vica pascakecelakaan tersebut.
Menurut laporan, keluarga juga menemukan beberapa barang milik Vica di lokasi kejadian, seperti tas dan laptop, namun belum ada kepastian kondisi korban saat itu.
Setelah proses pencarian dan identifikasi korban oleh pihak berwenang, Vica pun dipastikan menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Kabar ini sekaligus mengakhiri proses pencarian yang dilakukan keluarga sejak hari kejadian.
Momen haru juga terjadi ketika keluarga menerima kenyataan bahwa Vica telah tiada. Tragedi ini menambah daftar korban jiwa dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menelan banyak korban. Data awal menyebutkan jumlah korban meninggal mencapai belasan orang.
Insiden terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL Commuter Line di area Stasiun Bekasi Timur pada malam hari. Benturan keras menyebabkan sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah dan banyak penumpang menjadi korban.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan SAR, kepolisian, dan petugas terkait hingga beberapa jam setelah kejadian.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, termasuk keluarga Vica yang sebelumnya masih berharap adanya kabar baik.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya keselamatan perjalanan kereta api serta evaluasi sistem keamanan di jalur padat seperti Bekasi.

