Akibat Longsor di Hulu Sungai Citamiang, Distribusi Air PDAM Kabandungan Sempat Keruh

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Perumdam Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi Cabang Kabandungan memberikan penjelasan terkait kondisi air keruh yang sempat dikeluhkan sejumlah pelanggan dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Perumdam TJM Cabang Kabandungan, Ilmar Saepurahman, mengatakan kondisi tersebut dipicu adanya longsor di hulu Sungai Citamiang yang menyebabkan material lumpur terbawa aliran sungai, terutama saat intensitas hujan meningkat.

“Betul, berdasarkan kondisi fakta di lapangan memang terjadi longsor di hulu sungai yang mengakibatkan air baku PDAM menjadi keruh,” ujar Ilmar, saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, sumber air baku Perumdam TJM Cabang Kabandungan berasal dari aliran Sungai Citamiang. Ketika curah hujan tinggi terjadi, aliran sungai membawa material lumpur yang berdampak pada meningkatnya tingkat kekeruhan air baku.

“Air baku PDAM Cabang Kabandungan berasal dari aliran Sungai Citamiang. Saat hujan turun, material lumpur terbawa arus sungai sehingga memengaruhi kualitas air baku,” jelasnya.

Ilmar menuturkan, kondisi tersebut berdampak pada seluruh wilayah pelayanan Perumdam TJM Cabang Kabandungan. Meski demikian, pihaknya memastikan kondisi air saat ini mulai membaik dan sudah dapat kembali diolah untuk didistribusikan kepada pelanggan.

“Untuk kondisi air sekarang aman dan sudah bisa diolah. Tingkat kekeruhan juga terus menurun,” katanya.

Pihak Perumdam TJM berharap kondisi dapat segera pulih sepenuhnya seperti sediakala. Ilmar juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi.

“Kami berharap kondisi cepat kembali normal seperti biasa. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” ucapnya.

Selain itu, masyarakat diimbau menampung air sebagai cadangan kebutuhan sementara. Imbauan tersebut disampaikan mengingat curah hujan di wilayah Gunung Salak, Kabupaten Bogor maupun Kabupaten Sukabumi masih relatif tinggi, sehingga potensi gangguan serupa masih dapat terjadi.

“Pelanggan kami sarankan untuk menampung air sebagai stok pemakaian sementara, sebagai langkah antisipasi apabila kondisi serupa kembali terjadi,” pungkasnya.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist