Sebelum Sushi Populer, Mochi Sudah Eksis Sejak Zaman Prasejarah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Mochi adalah salah satu makanan tradisional Jepang yang terkenal di seluruh dunia. Kue beras bertekstur kenyal ini tidak hanya populer karena rasanya yang lezat, tetapi juga memiliki sejarah panjang.

Mochi ini sendiri merupakan kue beras yang dibuat dari beras ketan jenis mochigome. Beras tersebut dikukus lalu ditumbuk hingga menjadi adonan yang lengket dan elastis.

Setelah itu, adonan dibentuk menjadi berbagai ukuran dan sering kali diberi isian seperti pasta kacang merah, cokelat, stroberi, atau es krim. Tekstur kenyal yang khas membuat mochi berbeda dari kue tradisional lainnya, dan menjadi salah satu ikon kuliner Jepang yang mendunia.

Sejarah cemilan kenyal ini diyakini telah dimulai sejak periode Jomon, sekitar 14.000 hingga 300 SM. Pada masa itu, budidaya padi mulai berkembang di Jepang dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Seiring waktu, olahan berbahan dasar beras ketan mulai dikenal dan berkembang menjadi cikal bakal mochi yang ada saat ini.

Beberapa catatan sejarah juga menyebutkan, bahwa hidangan ini kemungkinan diperkenalkan ke Jepang dari Tiongkok sekitar 300 SM, sebelum kemudian berkembang menjadi makanan khas Jepang dengan karakteristik tersendiri.

Pada periode Nara 710 M, bentuk mochi mulai menyerupai kue yang dikenal saat ini. Selanjutnya, pada periode Heian 794 M, ia menjadi makanan favorit kalangan bangsawan dan sering disajikan dalam acara penting maupun upacara keagamaan.

Memasuki periode Edo 1603, mochi semakin populer di seluruh Jepang. Berbagai daerah mulai menciptakan variasi mochi dengan cita rasa dan bentuk yang berbeda. Pada masa ini, ia juga menjadi makanan pokok yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.

Mochi memiliki hubungan erat dengan sejarah samurai Jepang. Makanan ini dikenal bergizi, mudah dibawa, dan mampu memberikan energi yang cukup selama perjalanan atau peperangan.

Karena alasan tersebut, para samurai sering membawa mochi sebagai bekal ketika berada di medan perang. Bahkan, suara proses penumbukan mochi konon menjadi salah satu tanda persiapan sebelum pertempuran dimulai.

Pembuatan mochi tradisional dikenal dengan istilah mochitsuki. Proses ini dilakukan dengan menumbuk beras ketan yang telah dikukus menggunakan palu kayu besar, hingga berubah menjadi adonan yang kenyal dan elastis. Karena membutuhkan tenaga besar, proses ini biasanya dilakukan secara berkelompok.

Di Jepang, tradisi mochitsuki masih dipertahankan hingga sekarang dan sering dilakukan menjelang perayaan Tahun Baru, sebagai simbol kebersamaan dan harapan baik untuk tahun yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist