BRANDA.CO.ID – Suara-suara kecil penuh ekspresi dan imajinasi mewarnai aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi. Sebanyak 38 siswa terbaik tingkat SD dan MI se-Kota Sukabumi tampil membawakan cerita rakyat dalam ajang Lomba Bertutur 2026, sebuah upaya menanamkan budaya literasi sekaligus mengasah kepercayaan diri anak sejak usia dini.
Kegiatan tahunan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan bertutur di hadapan dewan juri.
Selain berkompetisi, para peserta juga diajak mengenal kekayaan budaya dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat Nusantara.
Kepala Dispusipda Kota Sukabumi, Olga, mengatakan antusiasme sekolah pada pelaksanaan tahun ini cukup tinggi. Tercatat sebanyak 38 peserta yang merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing sekolah mengikuti perlombaan hingga hari terakhir.
“Kegiatan ini diikuti oleh 38 orang peserta, di mana setiap sekolah mengirimkan satu orang perwakilan terbaiknya. Lomba sudah berjalan sejak kemarin dan hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan. Sore nanti kami tinggal menunggu hasil keputusan dari tim juri,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Olga, pelaksanaan lomba tahun ini sempat diwarnai tantangan terkait kepastian anggaran. Namun berkat dukungan dari pemerintah pusat, kegiatan akhirnya dapat terlaksana dengan baik.
“Jika biasanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tahun ini pelaksanaan lomba bertutur mendapatkan sokongan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Perpusnas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, proses persiapan yang relatif singkat membuat sekolah lebih selektif dalam menentukan peserta. Meski demikian, kualitas penampilan para siswa tetap menunjukkan kemampuan yang membanggakan dan persaingan berlangsung cukup ketat.
Lebih dari sekadar perlombaan, ajang ini menjadi bagian dari strategi penguatan budaya literasi di Kota Sukabumi. Para peserta didorong untuk gemar membaca, memahami isi cerita, lalu menyampaikannya kembali dengan cara yang menarik dan komunikatif.
Olga menambahkan, juara pertama tingkat kota nantinya akan mendapatkan pembinaan khusus untuk mewakili Kota Sukabumi pada Lomba Bertutur tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia optimistis peluang meraih prestasi tetap terbuka mengingat Kota Sukabumi pernah menorehkan capaian membanggakan pada ajang serupa di tingkat provinsi.
Selain memperebutkan piala dan uang pembinaan, para pemenang juga akan memperoleh sertifikat penghargaan yang dapat dimanfaatkan sebagai nilai tambah saat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Ke depan, Dispusipda Kota Sukabumi berharap semakin banyak sekolah yang berpartisipasi dalam lomba tersebut. Dari sekitar 120 sekolah SD dan MI yang ada di Kota Sukabumi, partisipasi yang lebih luas dinilai akan membuka peluang lahirnya lebih banyak generasi muda yang gemar membaca, kreatif, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

