4 Tahun Vakum, Tulus Kini Rilis Single Baru “Teh Hijau” Maknai Kehampaan dan Penerimaan Diri

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.IDTulus akhirnya merilis single terbaru berjudul “Teh Hijau” pada 30 Juni 2026. Lagu ini menjadi karya baru Tulus setelah sekitar empat tahun sejak perilisan album “Manusia” pada 2022, sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan bermusiknya.

Perilisan “Teh Hijau” langsung disambut antusias oleh para penggemar, yang telah lama menantikan karya terbaru pelantun “Hati-Hati di Jalan” tersebut. Sejak diumumkan melalui media sosial, lagu Tulus ini menjadi perbincangan hangat dan segera tersedia di berbagai platform musik digital.

Selama empat tahun terakhir, sebelum merilis “Teh Hijau”, Tulus tidak merilis single solo baru setelah sukses besar bersama album “Manusia”. Album tersebut melahirkan sejumlah lagu populer yang mendapat sambutan luas dari masyarakat, dan berbagai penghargaan di industri musik Indonesia.

Melalui lagu terbaru ini, Tulus kembali menunjukkan identitas musikalnya yang khas, yakni menggabungkan lirik puitis dengan aransemen musik yang sederhana namun penuh makna.

Karya terbaru ini menjadi penanda kembalinya sang musisi ke industri musik dengan pendekatan yang tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan sebagian besar lagu bertema kesedihan, “Teh Hijau” menghadirkan sudut pandang yang lebih reflektif.

Lagu ini bercerita tentang rasa hampa dan kehilangan arah yang tidak harus dihilangkan, melainkan diterima sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Dalam keterangan resminya, Tulus menjelaskan bahwa lagu tersebut mengajak pendengar untuk berdamai dengan perasaan yang sedang dialami. Kehampaan digambarkan bukan sebagai sesuatu yang harus ditakuti, tetapi sebagai fase yang wajar dalam kehidupan manusia.

Salah satu hal yang membuat “Teh Hijau” menarik, adalah perpaduan antara musik yang terdengar ringan dan ceria dengan lirik yang mengandung refleksi mendalam.

Pendekatan tersebut menjadi ciri khas Tulus dalam menyampaikan pesan emosional melalui lagu-lagunya. Pendengar diajak menikmati melodi yang hangat, sembari merenungkan makna kehidupan yang tersirat di balik setiap lirik.

Konsep ini membuat “Teh Hijau” terasa berbeda dibandingkan lagu-lagu yang secara eksplisit menggambarkan kesedihan. Sebaliknya, lagu ini menawarkan perspektif baru bahwa setiap fase kehidupan, termasuk kehampaan, dapat diterima dengan lapang dada.

Tak lama setelah dirilis, “Teh Hijau” langsung mendapat respons positif dari para penggemar. Banyak pendengar mengapresiasi kembalinya Tulus setelah penantian yang cukup panjang serta memuji kualitas lirik dan aransemen musik yang tetap konsisten dengan karakter sang musisi.

Perilisan single ini juga kembali memperkuat posisi Tulus sebagai salah satu penyanyi dan penulis lagu Indonesia, yang dikenal mampu menghadirkan karya-karya dengan pesan emosional yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

Dengan hadirnya “Teh Hijau”, Tulus membuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya setelah album “Manusia”. Lagu ini menjadi bukti bahwa ia tetap mempertahankan identitas musikalnya, sekaligus menghadirkan perspektif segar mengenai penerimaan diri dan perjalanan emosional manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist