Pemkot Sukabumi Matangkan Strategi, Bidik Investasi Lewat WJIC 2026

Kepala Bappeda Kota Sukabumi Hasan Ashari menerima kunjungan anggota DPRD setempat. (Foto:Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, mulai mematangkan persiapan menghadapi West Java Investment Challenge (WJIC) 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing investasi daerah.

Melalui Bidang Prasarana dan Sarana Dasar (PSDA) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Pemkot menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesiapan menghadapi tahapan penjurian sekaligus menyusun strategi promosi proyek investasi kepada calon investor.

Rakor tersebut difokuskan pada penyelarasan data, kelengkapan dokumen, penguatan kolaborasi lintas OPD, hingga penyusunan materi presentasi yang akan disampaikan kepada tim penilai.

Langkah ini dilakukan agar proyek investasi yang diusulkan memenuhi aspek kelayakan, memiliki nilai ekonomi yang kompetitif, serta mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi.

Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Mohammad Hasan Asari, menegaskan, WJIC bukan sekadar ajang kompetisi antardaerah, melainkan momentum strategis untuk memperkenalkan potensi investasi Kota Sukabumi kepada investor nasional maupun internasional.

“WJIC menjadi kesempatan bagi Kota Sukabumi untuk menunjukkan bahwa daerah ini memiliki proyek-proyek investasi yang layak secara bisnis, prospektif, dan siap ditawarkan kepada investor. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus memastikan data, dokumen pendukung, hingga materi presentasi tersusun secara komprehensif, akurat, dan berbasis fakta sehingga mampu meningkatkan kepercayaan calon investor,” ujar Hasan kepada neraca Kemarin.

Menurutnya, kualitas persiapan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik investasi daerah. Investor, kata dia, tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan, tetapi juga melihat kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan data yang kredibel, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, serta komitmen terhadap keberlangsungan proyek investasi.”Yang kami bangun bukan hanya kesiapan menghadapi proses penilaian, tetapi juga kesiapan daerah dalam menerima investasi. Investor membutuhkan kepastian, transparansi informasi, dan sinergi pemerintah daerah. Seluruh aspek tersebut harus tercermin dalam proposal maupun presentasi yang akan kami sampaikan,”katanya.

Ia menjelaskan, masuknya investasi berkualitas akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Selain meningkatkan nilai investasi, kehadiran investor juga diyakini mampu membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan pelaku usaha lokal, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat daya saing Kota Sukabumi di tingkat regional.

Untuk itu, kata Hasan, Bappeda terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah agar seluruh proses perencanaan investasi berjalan secara terintegrasi. Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam membangun kepercayaan investor sekaligus memastikan proyek yang ditawarkan benar-benar siap untuk direalisasikan.

Pihaknya berharap, proyek investasi yang diusulkan dalam WJIC 2026 mampu menarik minat investor dan menghasilkan komitmen investasi yang berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan daerah.

“Melalui investasi yang berkelanjutan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat seiring terciptanya lapangan kerja, berkembangnya sektor usaha produktif, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.arya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist