Jawa Barat Punya 1,79 Juta Pengangguran, Lebih dari Separuh Pekerja Berstatus Informal

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Jawa Barat masih menghadapi tantangan besar di sektor ketenagakerjaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat pekerja informal mendominasi struktur ketenagakerjaan pada Mei 2026, sementara jumlah pengangguran terbuka mencapai 1,79 juta orang.

Berdasarkan data BPS Jawa Barat, proporsi pekerja informal pada Mei 2026 mencapai 55,99 persen. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat tercatat sebesar 6,61 persen. Meski secara persentase TPT turun tipis, jumlah pengangguran secara absolut justru bertambah dibandingkan Februari 2026.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan bahwa jumlah pengangguran di Jawa Barat pada Mei 2026 mencapai sekitar 1,79 juta orang.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 6,14 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Kondisi ini terjadi meskipun persentase TPT mengalami penurunan tipis menjadi 6,61 persen.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja justru bertambah 205,31 ribu orang, sehingga total penduduk bekerja di Jawa Barat mencapai 25,31 juta orang.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat menjadi 68,46 persen.

Pekerja Informal Jadi Mayoritas

Salah satu hal yang menjadi perhatian dari kondisi ketenagakerjaan Jawa Barat adalah tingginya proporsi pekerja informal.

Pada Mei 2026, pekerja informal mencapai 55,99 persen dari total penduduk yang bekerja. Artinya, lebih dari separuh pekerja di Jawa Barat berada dalam pekerjaan yang masuk kategori informal.

BPS menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan dalam kualitas lapangan kerja. Sebagian masyarakat masih bekerja pada pekerjaan yang belum mendapatkan perlindungan jaminan ketenagakerjaan formal.

Meski demikian, persentase pekerja penuh juga mengalami peningkatan menjadi 72,15 persen. Angka tersebut menunjukkan semakin banyak penduduk yang bekerja dengan jam kerja penuh.

Perdagangan Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Jika dilihat berdasarkan lapangan usaha, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Jawa Barat.

Sektor tersebut memiliki proporsi sekitar 21,71 persen dan mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja sekitar 20,23 ribu orang.

Selanjutnya, sektor industri menyerap sekitar 18,21 persen tenaga kerja, dengan penambahan sekitar 8,64 ribu orang.

Sementara itu, sektor pertanian menyerap sekitar 15,54 persen tenaga kerja dan mengalami peningkatan sekitar 24,63 ribu orang.

Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Jawa Barat tetap mampu menyerap tambahan tenaga kerja. Namun, tingginya jumlah pekerja informal dan pengangguran masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.

Mayoritas Pekerja Berpendidikan Rendah

Tantangan ketenagakerjaan Jawa Barat juga terlihat dari tingkat pendidikan para pekerja.

BPS mencatat lulusan SD atau lebih rendah menjadi kelompok terbesar dalam pasar kerja Jawa Barat. Jumlahnya mencapai sekitar 8,89 juta orang atau 35,12 persen.

Kemudian, lulusan SMP mencapai 4,69 juta orang atau 18,52 persen. Sementara lulusan SMA mencapai sekitar 4,62 juta orang atau 18,27 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja Jawa Barat masih banyak diisi tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah.

Dari sisi status pekerjaan, penduduk yang bekerja sebagai buruh, karyawan, atau pegawai menjadi kelompok terbesar dengan proporsi 40,46 persen. Sementara mereka yang berusaha sendiri mencapai 22,32 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist