KH. Aceng Najmudin Nawawi Pimpin Baznas Sukabumi, Digitalisasi Jadi Strategi Garap Zakat Rp148 Miliar

KH. Aceng Najmudin Nawaw resmi Pimpin Baznas Sukabumi. (Foto: brada.co.id )
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi menatap babak baru pengelolaan zakat, infak, dan sedekah setelah KH. Aceng Najmudin Nawawi resmi dikukuhkan sebagai pimpinan Baznas Kota Sukabumi oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (13/8/2026).

Tak sekadar menjalankan rutinitas pengumpulan dan penyaluran zakat, kepengurusan baru Baznas Kota Sukabumi langsung menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan potensi zakat yang dinilai masih sangat besar.

KH. Aceng mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat regulasi sekaligus membenahi sistem digitalisasi. Menurutnya, kedua hal tersebut penting agar pengelolaan zakat dapat dilakukan berdasarkan data dan pemetaan yang lebih akurat.

“Strategi ke depan barangkali penguatan regulasi dulu dan pemutakhiran digitalisasi, sehingga kita bisa menganalisis seperti apa dan harus bagaimana untuk mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah di Kota Sukabumi,” ujar KH. Aceng.

Ia menyebutkan, potensi zakat, infak, dan sedekah di Kota Sukabumi diperkirakan mencapai lebih dari Rp148 miliar. Namun, potensi tersebut belum seluruhnya berhasil dihimpun melalui lembaga pengelola zakat.

Artinya, masih terdapat selisih yang cukup besar antara potensi dan realisasi penghimpunan zakat. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah sekaligus peluang bagi Baznas untuk memperluas jangkauan pengumpulan zakat.

“Kalau secara potensi kita punya potensi zakat, infak, dan sedekah itu Rp148 miliar lebih. Hari ini belum terakomodasi atau terkumpul seluruhnya. Berarti gap-nya masih banyak,” katanya.

Untuk mempersempit kesenjangan tersebut, Baznas tidak bisa bekerja sendiri. KH. Aceng menilai dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurut dia, optimalisasi zakat harus dibangun sebagai gerakan bersama sehingga potensi yang ada dapat benar-benar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kota Sukabumi.

“Ini yang perlu kerja sama dan kolaborasi semuanya, sehingga optimalisasi zakat Kota Sukabumi bisa tercapai sesuai target dan keinginan Wali Kota serta kita semua,” ujarnya.

Hidupkan Kembali UPZ hingga Masjid

Dari sisi program, kepengurusan baru Baznas Kota Sukabumi terlebih dahulu akan menggelar pleno untuk menentukan sejumlah program prioritas.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni menghidupkan kembali Unit Pengumpul Zakat (UPZ) mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga masjid-masjid jami dan lembaga lainnya.

Penguatan UPZ dinilai penting karena menjadi ujung tombak dalam mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat. Dengan jaringan yang lebih aktif, masyarakat diharapkan semakin mudah menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah melalui lembaga yang resmi dan terpercaya.

Selain itu, Baznas juga akan mengoptimalkan program Zakat Infak Jumat Berkah. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana penghimpunan dana, tetapi juga membangun kesadaran bahwa keberkahan dan kepedulian sosial harus dirasakan serta dilakukan secara bersama-sama.

“Insyaallah kami akan lebih mengoptimalkan zakat infak Jumat Berkah. Karena keberkahan itu perlu bersama, perlu kebersamaan. Jadi bukan cuma segelintir orang, tetapi butuh dukungan dari masyarakat dan semua stakeholder yang ada di Kota Sukabumi,” tutur KH. Aceng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist