BRANDA.CO.ID – Wali Kota Sukabumi memberikan selamat sekaligus person khusus kepda Pumping dan penguins Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi priode 2026 – 2031
Pengukuhan Ketua Baznas dilakukan langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (13/8/2026)
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki meminta kepengurusan Baznas di bawah kepemimpinan KH. Aceng Najmudin Nawawi dapat memaksimalkan kinerja, terutama dalam memastikan potensi zakat dan wakaf dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Ayep, Baznas memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan Kota Sukabumi. Selain mengandalkan APBN, bantuan keuangan dari pemerintah provinsi, serta pendapatan asli daerah (PAD), pemerintah juga melihat zakat dan wakaf sebagai sumber daya yang perlu terus dikembangkan.
“BAZNAS menjadi bagian dari instrumen pembangunan,” kata Ayep.
Ia menambahkan, potensi wakaf di Kota Sukabumi juga mulai menunjukkan hasil. Meski nilainya belum besar, pengelolaan wakaf saat ini disebut telah menghasilkan sekitar Rp45 juta per tahun.
“Per tahunnya wakaf sudah menghasilkan kelola keuangan sekitar Rp45 juta. Walaupun masih kecil, ini harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Tak berhenti pada penguatan pengelolaan dana, Ayep juga mendorong Baznas memanfaatkan teknologi dan data dalam menyusun program kerja.
Pemerintah Kota Sukabumi akan mengintegrasikan data Baznas ke dalam sistem SukasAI (Sukabumi Smart Artificial Intelligence).
Sistem tersebut nantinya diharapkan dapat membantu menyusun strategi, program kerja hingga rencana aksi Baznas berdasarkan data yang lebih terukur.
“Semua kita akan masukkan data BAZNAS ke SukasAI. Strategi kerja, program kerja, action plan, termasuk realita kerjanya akan dimonitor oleh SukasAI,” jelas Ayep.
Menurutnya, pendekatan berbasis data diperlukan agar setiap program yang dijalankan Baznas benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat. Data yang telah dimiliki akan dianalisis untuk menentukan pola pengelolaan zakat yang dinilai paling efektif.
“Artinya, kita akan mencari yang terbaik. Data yang sebelumnya kita akan masukkan dan kita akan analisis seperti apa yang terbaik,” katanya.***

