Bukan Sekadar Paspor, Imigrasi Cianjur Edukasi Mahasiswa UNSUR soal Bahaya TPPO

Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Cianjur memberikan edukasi keimigrasian kepada mahasiswa Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur, Jumat (14/8/2026). Foto : Ist
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Persoalan keimigrasian tak hanya berkaitan dengan paspor dan perjalanan ke luar negeri. Di balik kemudahan mobilitas internasional, terdapat berbagai risiko yang perlu dipahami masyarakat, termasuk ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Hal itu menjadi salah satu fokus Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Cianjur saat menggelar Immigration Goes to Campus di Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat tugas dan fungsi keimigrasian sekaligus memahami berbagai potensi persoalan hukum yang dapat terjadi saat melakukan perjalanan ke luar negeri.

Kepala Kantor Imigrasi Cianjur, Dr. Riky Afrimon, mengatakan kalangan mahasiswa memiliki posisi penting sebagai generasi penerus bangsa.

“Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa selayaknya diberikan pemahaman yang mendalam mengenai tugas dan fungsi keimigrasian serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan keimigrasian. Dengan begitu, mereka dapat lebih memahami peran dan fungsi keimigrasian di Indonesia,” ujar Riky.

Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan Kepala Subseksi Teknologi Informasi, Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (TI-Inteldakim), Alwin Taher, serta Kepala Subseksi Pelayanan Verifikasi Dokumen Keimigrasian, Ricky Hertian Sampurna.

Alwin Taher secara khusus mengingatkan mahasiswa mengenai bahaya TPPO dan TPPM.

Edukasi tersebut penting mengingat tawaran bekerja maupun bepergian ke luar negeri terkadang dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menjalankan modus perdagangan atau penyelundupan manusia.

“Mahasiswa didorong untuk lebih kritis dan waspada terhadap berbagai tawaran yang terlihat menggiurkan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan di luar negeri. Kelengkapan informasi, legalitas proses keberangkatan, serta dokumen yang digunakan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan,” terang dia.

Sementara itu, Ricky Hertian Sampurna memaparkan pentingnya dokumen keimigrasian dalam setiap perjalanan internasional.

Ia menjelaskan berbagai layanan yang diberikan Kantor Imigrasi kepada masyarakat, mulai dari penerbitan paspor dan dokumen perjalanan hingga pelayanan yang berkaitan dengan izin keimigrasian.

“Memahami kelengkapan dan keabsahan dokumen menjadi bagian penting sebelum seseorang melakukan perjalanan ke luar negeri. Kesalahan dalam dokumen maupun ketidaktahuan terhadap aturan dapat menimbulkan persoalan selama berada di negara tujuan,” paparnya.

Melalui kegiatan Immigration Goes to Campus, Kantor Imigrasi Cianjur tidak hanya ingin memperkenalkan layanan keimigrasian kepada mahasiswa.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda untuk menaati aturan serta menjadi penyambung informasi yang benar di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kantor Imigrasi Cianjur mendekatkan layanan dan edukasi keimigrasian kepada masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan generasi muda yang memiliki mobilitas serta akses informasi semakin luas.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist