Disnaker Sukabumi Genjot Pelatihan Kerja, Cetak Tenaga Mandiri Berdaya Saing

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki membuka pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja yang diselenggarakan Disnaker setempat. (Foto:branda.co.id)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi kembali menggulirkan program pelatihan kerja sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran sekaligus mencetak tenaga kerja mandiri yang memiliki keterampilan dan daya saing.

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, mengatakan, pelatihan kali ini mencakup empat bidang keahlian, yakni menjahit, pengelasan, public speaking, dan barista.

Pelatihan menjahit telah dilaksanakan pada Juli lalu, sementara tiga bidang lainnya menjadi bagian dari program pelatihan yang digelar saat ini.

Penentuan bidang pelatihan tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan pasar kerja serta tingginya minat masyarakat.

“Empat kategori ini yang paling banyak diminati oleh pencari kerja sekaligus sangat dibutuhkan di dunia kerja,” ujar Punjul.

Pelatihan berlangsung selama lima hari dan diikuti 100 peserta. Masing-masing bidang keahlian diikuti sebanyak 25 peserta.

Program tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dengan total anggaran mencapai kurang lebih sekitat Rp294 juta.

“Tak hanya mendapatkan pembekalan keterampilan, para peserta juga akan memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” kata Punjab.

Sertifikasi tersebut, sambung dia, diharapkan dapat menjadi modal tambahan bagi peserta untuk meningkatkan daya saing, baik ketika memasuki dunia kerja maupun saat mengembangkan usaha secara mandiri.

“Salah satu fokus utama program pelatihan ini adalah mendorong lahirnya tenaga kerja mandiri,” harapnya. 

Karena itu, Disnaker tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga berupaya membuka akses peserta terhadap peluang pengembangan usaha.

Salah satu kendala yang kerap dihadapi tenaga kerja mandiri pemula adalah keterbatasan modal. Untuk itu, Disnaker mendorong para peserta memanfaatkan program bantuan permodalan dari pemerintah pusat.

“Masyarakat dan peserta pelatihan dapat mengakses program bantuan modal usaha melalui menu Bizhub di aplikasi Siapkerja milik Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini ditujukan bagi tenaga kerja mandiri pemula, termasuk fresh graduate lulusan SMK hingga sarjana, maupun korban PHK,” jelasnya.

Ke depan, Disnaker Kota Sukabumi juga berencana membuka peluang kolaborasi dengan sektor perbankan untuk memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi alumni pelatihan yang ingin mengembangkan usaha.

Upaya tersebut dinilai penting agar pelatihan kerja tidak berhenti pada pemberian keterampilan, tetapi dapat berlanjut hingga membuka peluang usaha dan menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Berdasarkan data Disnaker Kota Sukabumi, tambah Punjul, terdapat sekitar 5.500 pencari kerja yang telah terdaftar.

Dari jumlah tersebut, sekitar 30 hingga 40 persen di antaranya tengah meningkatkan keterampilan melalui berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Punjul menyebut kualitas LPK di Kota Sukabumi bahkan telah mendapat kepercayaan dari masyarakat di berbagai daerah.

Hal itu terlihat dari adanya peserta dari luar Jawa Barat yang datang ke Sukabumi untuk mengikuti pelatihan, di antaranya dari Lombok, Bali, Lampung, Padang, hingga Bau-Bau.

“Kalau Bali punya pantai yang indah, maka Sukabumi punya LPK yang berkualitas dan dipercaya masyarakat luas,” pungkas Punjul.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist