Diseminasi Produk Intelijen Keimigrasian Digelar di Cianjur, Riky Afrimon: Sebuah Kebanggaan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Penguatan kapasitas dan kualitas produk intelijen keimigrasian terus dilakukan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Salah satunya melalui kegiatan Diseminasi Penguatan Penyusunan Produk Intelijen Keimigrasian Tahun Anggaran 2026 yang digelar di salah satu hotel di kawasan Puncak, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum tersendiri bagi Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Cianjur. Pasalnya, wilayah kerja Imigrasi Cianjur dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan berskala Direktorat Jenderal Imigrasi yang diikuti perwakilan Kantor Wilayah dari sejumlah daerah di Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Cianjur, Riky Afrimon, mengaku bangga wilayah kerjanya mendapat kepercayaan menjadi lokasi kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, setelah kurang lebih 26 bulan saya berdinas di Cianjur, inilah kali pertama wilayah kerja kami, wilayah hukum Imigrasi Cianjur, dijadikan tempat pilihan untuk acara sekelas Direktorat Jenderal Imigrasi,” ujar Riky.

Menurut Riky, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum pertemuan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman peserta dalam menyusun produk intelijen keimigrasian yang berkualitas dan dapat memberikan manfaat bagi pimpinan dalam mengambil keputusan.

Ia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (25/9/2026), tersebut membahas internalisasi pelaporan harian intelijen sekaligus penguatan pemanfaatan laboratorium forensik, khususnya dalam pemeriksaan dokumen perjalanan Republik Indonesia.

“Malam hari ini adalah acara pembukaannya yang dibuka langsung oleh Bapak Direktur Intelijen Keimigrasian, Bapak Agus Waluyo. Tentunya kami sangat mendukung penuh acara ini,” kata Riky.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Riky, Direktur Intelijen Keimigrasian Agus Waluyo juga berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara maksimal. Produk intelijen yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti sebagai laporan administratif, tetapi mampu menjadi bahan analisis dan masukan strategis bagi pimpinan.

“Pesannya kepada semua peserta, kegiatan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menciptakan atau membuat suatu produk intelijen yang bermanfaat. Jadi, bukan hanya sekadar laporan, tetapi laporan itu juga menjadi bahan bagi pimpinan, masukan bagi pimpinan, termasuk untuk membuat perkiraan keadaan di masa-masa yang akan datang,” tuturnya.

Riky menilai materi dan pembahasan dalam kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan jajaran pelaksana teknis di lapangan, termasuk Kantor Imigrasi Cianjur.

“Ini sangat relevan bagi kami. Bagi kami dari unit pelaksana teknis, khususnya di Imigrasi Cianjur, acara seperti ini sangat berguna untuk menambah wawasan, terutama bagaimana sebenarnya membuat produk laporan harian intelijen yang baik dan berguna sebagai bahan masukan bagi pimpinan,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist