Kukuhkan Pengurus Baru, PK PMII STISIP Guna Nusantara Siap Bergerak

Sebanyak 30 pengurus dikukuhkan dalam agenda pelantikan sekaligus orientasi kepengurusan yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Minggu (27/9/2026).
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Estafet kepemimpinan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STISIP Guna Nusantara Cianjur resmi berganti.

Sebanyak 30 pengurus dikukuhkan dalam agenda pelantikan sekaligus orientasi kepengurusan yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Minggu (27/9/2026).

Mengusung tema “Menguatkan Kepemimpinan Kader dan Tata Kelola Organisasi untuk Mewujudkan Komisariat yang Progresif, Kritis, dan Berdaya”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk meneguhkan arah gerakan organisasi ke depan.

Sejumlah kader dari wilayah Cianjur Selatan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Lepi Ali Firmansyah, S.Pd., M.P., jajaran senior PMII serta sejumlah tamu undangan.

Ketua Komisariat STISIP Guna Nusantara Cianjur, Rais Faridhan, mengatakan pelantikan bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, pengukuhan menjadi titik awal bagi seluruh pengurus untuk menjalankan amanah sekaligus membuktikan kerja nyata organisasi.

“Pelantikan ini adalah awal amanah dan tanggung jawab bersama untuk membawa PMII STISIP Guna Nusantara Cianjur menjadi organisasi yang aktif, progresif, dan intelektual,” ujar Rais.

Menurutnya, tugas pengurus tidak berhenti pada bagaimana roda organisasi berjalan. Kaderisasi, ruang diskusi, penguatan solidaritas, hingga kontribusi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting yang harus terus dihidupkan.

Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus membangun kepengurusan dengan semangat kebersamaan dan gagasan yang mampu menjawab berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

“Hal ini tidak bisa dijalankan seorang diri. Butuh kebersamaan, gagasan, dan kontribusi seluruh kader agar PMII menjadi ruang untuk tumbuh sekaligus mengabdi,” katanya.

Rais juga berpesan agar para pengurus tetap menjaga nilai-nilai dasar PMII serta menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran sekaligus pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kader Perempuan Didorong Lebih Berani dan Kritis

Semangat penguatan kader juga menjadi perhatian Ketua KOPRI terpilih, Nia Yuliana Zahra. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam kepengurusan harus diikuti dengan keberanian untuk mengambil peran dan menyuarakan berbagai persoalan sosial.

“Amanah yang diberikan hari ini bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang bagaimana kita mampu menjalankan peran, menjaga nilai-nilai KOPRI, serta memberikan kontribusi yang nyata,” tutur Nia.

Ia menegaskan, KOPRI PMII Komisariat STISIP Guna Nusantara harus menjadi ruang yang terbuka bagi kader perempuan untuk belajar, berdiskusi, berpikir kritis, sekaligus merespons berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

“Sampai kapan pun, KOPRI PMII Komisariat STISIP Guna Nusantara harus menjadi ruang bagi kader perempuan untuk terus belajar, berpikir kritis, berani bersuara, dan merespons persoalan di sekitar kita. Saya berharap kita bisa bertumbuh bersama dan saling menguatkan,” lanjutnya.

DPRD Cianjur Dorong Sekolah Nonformal untuk Kader

Sementara itu, dukungan terhadap penguatan kapasitas kader datang dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Lepi Ali Firmansyah.

Dalam sambutannya, Lepi mendorong PMII STISIP Guna Nusantara untuk membentuk sekolah nonformal sebagai ruang pengembangan wawasan dan kepemimpinan bagi para kader.

Tak hanya mendorong pembentukannya, Lepi juga menyatakan kesediaannya untuk menanggung biaya operasional pelaksanaan sekolah nonformal tersebut.

Materi yang dapat dikembangkan dalam sekolah tersebut, di antaranya pendalaman keislaman, teori sosial dan filsafat, basis gerakan, serta pemahaman mengenai kebebasan.

Gagasan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar tambahan bagi kader PMII untuk memperkuat fondasi keislaman, kapasitas intelektual, sekaligus membangun perspektif kritis dalam menjalankan peran sebagai aktivis mahasiswa.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, PMII Komisariat STISIP Guna Nusantara Cianjur kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan bahwa organisasi tidak hanya aktif dalam forum internal, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan gerakan yang memberi manfaat di tengah masyarakat.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist