BRANDA.CO.ID – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi. Salah satunya melalui pelaksanaan Tes Potensi Berbasis Computer Assisted Test (CAT) bagi pegawai Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa (TBW).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Kamis (1/10/2026).
Turut hadir Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayah serta Direktur Utama Perumda Air Minum TBW Dian Afriandi.
Tes ini menjadi bagian dari proses asesmen untuk mengukur potensi dan kemampuan pegawai, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan perusahaan daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengatakan, seluruh pegawai Perumda Air Minum TBW mengikuti tes untuk mengetahui sejauh mana kompetensi dan potensi yang dimiliki masing-masing.
Ayep berharap para peserta dapat memperoleh hasil yang baik. Bahkan, ia mendorong agar nilai yang diraih berada di atas 70, dengan target ideal pada kisaran 80 hingga 100.
Menurut Ayep, asesmen tersebut bukan sekadar mengukur kemampuan individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun tim kerja yang solid dan mampu menjalankan organisasi secara optimal.
Ia menyebut konsep tersebut sebagai upaya membangun “the winning team, the winning concept, dan the winning system”, yakni membangun tim, konsep, serta sistem yang saling mendukung dalam mencapai tujuan organisasi.
“Jadi bukan hanya orangnya yang bagus, tetapi konsep dan sistemnya juga harus bagus. Semuanya harus berjalan bersama,” ujar Ayep.
Selain mengukur kompetensi, pelaksanaan asesmen juga diharapkan dapat memperkuat kekompakan dan soliditas antarpegawai. Pemerintah Kota Sukabumi bahkan berencana mendorong pelaksanaan asesmen serupa bagi seluruh BUMD di Kota Sukabumi.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang kompeten, solid, serta mampu bekerja sebagai satu kesatuan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayah menjelaskan, BKPSDM memfasilitasi pelaksanaan tes potensi dan kemampuan manajerial bagi pegawai Perumda Air Minum TBW.
Menurutnya, asesmen dilakukan menggunakan soal standar yang telah tersedia dalam bank soal asesmen. Sebanyak 78 pegawai mengikuti kegiatan tersebut yang dibagi menjadi dua sesi, masing-masing 39 peserta.
Hasil asesmen nantinya dituangkan dalam nilai kuantitatif dengan rentang 0 hingga 100. Nilai tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni potensi dan kemampuan manajerial rendah, sedang, dan tinggi.
“Untuk peserta yang hasil asesmennya masuk kategori rendah, akan dilakukan evaluasi lebih lanjut melalui berbagai aspek. Hasilnya menjadi bahan rekomendasi dan tindak lanjut bagi manajemen Perumda Air Minum TBW,” jelas Taufik.
Ia menambahkan, BKPSDM Kota Sukabumi juga mendorong agar asesmen serupa dapat diterapkan pada BUMD lainnya. Dengan begitu, pemetaan kompetensi pegawai dapat dilakukan secara lebih terukur dan menjadi dasar dalam pengembangan sumber daya manusia di masing-masing perusahaan daerah.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum TBW Dian Afriandi mengatakan, pelaksanaan asesmen menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan memetakan potensi dan kemampuan pegawai secara lebih objektif.
Menurut Dian, hasil asesmen tidak hanya dilihat sebagai angka, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai.
Dengan adanya pemetaan tersebut, perusahaan dapat melihat aspek yang masih perlu diperkuat, baik dari sisi kemampuan individu maupun kemampuan manajerial.
“Asesmen ini menjadi salah satu instrumen untuk melihat potensi dan kemampuan pegawai secara lebih terukur. Hasilnya tentu akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam menentukan langkah pengembangan SDM ke depan,” ujar Dian.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya Perumda Air Minum TBW dalam memperkuat kinerja perusahaan.
“Pegawai yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan organisasi diharapkan dapat bekerja lebih optimal, sekaligus mampu mendukung pencapaian target dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, ” katanya.***

