BRANDA.CO.ID – Medan, 18 Mei 2006. Nama Mesa Hira mungkin belum terlalu familiar di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, sejak kemunculannya di panggung Indonesian Idol XIII, sosoknya berhasil mencuri perhatian.
Dengan karakter vokal rock yang kuat dan penampilan yang enerjik, Mesa Hira menjelma menjadi salah satu kontestan yang diperhitungkan. Sayangnya, langkah gadis berusia 19 tahun ini harus terhenti di babak Top 3, dalam episode Road to Grand Final yang tayang pada Senin, 5 Mei 2025.
Sebelum menjejakkan kaki di gemerlap panggung Indonesian Idol, Mesa Hira memiliki kisah hidup yang cukup menarik. Lahir dari campuran darah Indonesia dan Pakistan, Mesa memiliki ciri fisik yang khas.
Setelah lulus SMA di Medan, ia sempat mencoba peruntungan dengan mengikuti tes Bintara Polri, namun takdir membawanya ke arah yang berbeda.
Kegagalan tersebut justru menjadi titik balik yang mengantarkannya pada kecintaan yang mendalam terhadap musik. Bekerja sebagai barista menjadi keseharian Mesa sebelum audisi Indonesian Idol.
Namun, hasrat bermusik yang telah tumbuh sejak kecil, berkat pengaruh kakek dan abangnya yang sering mengenalkannya pada musik rock, tak bisa lagi dibendung.
Mengidolakan sosok Ahmad Dhani dan Gerard Way (vokalis My Chemical Romance), Mesa memberanikan diri untuk mengadu kemampuan vokalnya di ajang bergengsi ini.
Sejak audisi, karakter vokal ngerock Mesa yang unik selalu berhasil memukau para juri. Penampilannya yang penuh energi dan interpretasi lagu yang berbeda membuatnya memiliki daya tarik tersendiri.
Bahkan, Maia Estianty pernah dibuat terharu oleh penampilannya. Tak hanya itu, kedekatannya dengan sesama kontestan, Fajar Noor, yang kerap dijuluki “sepupu panggung” oleh penggemar, juga menjadi sorotan.

