Berikut Ini 5 Kue Tradisional Sunda yang Masih Eksis Hingga Sekarang

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Tanah Pasundan dikenal dengan keindahan alam serta kekayaan budayanya, termasuk dalam hal kuliner. Berbagai kue tradisional lahir dari kreativitas masyarakat Sunda, dengan cita rasa khas yang tak ternilai harganya.

Meskipun zaman terus berganti dan berbagai macam cemilan modern bermunculan, beberapa kue tradisional Sunda tetap eksis dan dicintai hingga kini.

Kelezatannya yang autentik dan kenangan masa lalu yang melekat padanya, membuat kue kue tradisional ini terus dicari dan dinikmati oleh berbagai generasi.

Mari kita telusuri 5 kue tradisional Sunda yang masih setia menemani lidah kita:

1. Surabi

Terbuat dari adonan tepung beras dan santan yang dimasak di atas tungku kecil dengan cetakan khusus, surabi memiliki aroma khas yang menggugah selera.

Rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut semakin nikmat disantap hangat-hangat dengan berbagai pilihan topping.

Surabi polos dengan kinca (gula merah cair) adalah yang paling klasik, namun kini banyak variasi rasa modern seperti keju, cokelat, oncom, hingga durian yang turut memikat para penikmatnya.

2. Awug

Terbuat dari tepung beras yang dikukus dengan gula merah dan parutan kelapa, awug memiliki tekstur yang lembut dan sedikit kenyal. Proses pembuatannya yang menggunakan aseupan (kukusan tradisional berbentuk kerucut) memberikan sentuhan otentik pada kue ini.

Awug sering disajikan dalam bentuk kerucut yang dibungkus daun pisang, menambah aroma dan keunikan penyajiannya. Kue ini sangat cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari.

3. Wajit

Terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan gula merah dan santan, wajit seringkali dibungkus dengan daun jagung kering yang memberikan aroma khas.

Wajit seringkali hadir dalam acara-acara seperti pernikahan atau hari raya, namun juga mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional sebagai camilan sehari-hari.

4. Dodol Garut

Meskipun berasal dari Garut, salah satu daerah di Jawa Barat, Dodol Garut telah menjadi ikon kuliner Sunda yang dikenal luas.

Teksturnya yang kenyal, rasanya yang manis legit, serta varian rasa yang beragam seperti cokelat, wijen, dan pandan, membuat dodol menjadi oleh-oleh khas yang selalu diburu wisatawan.

5. Misro dan Comro

Siapa yang tak kenal dengan Misro dan Comro? Kedua kue berbentuk bulat atau lonjong ini bagaikan saudara kembar yang selalu hadir bersama.

Misro, singkatan dari “amis di jero”, terbuat dari parutan singkong yang digoreng dengan isian gula merah yang lumer di mulut.

Sementara itu, Comro, yang merupakan kependekan dari “oncom di jero”, juga berbahan dasar singkong parut namun diisi dengan oncom yang telah dibumbui pedas gurih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist