Bapokting Naik Awal Mei, Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu per Kg

Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Sukabumi mulai merangkak naik. (Foto:Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Cuaca ekstrem picu kenaikan harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) di Kota Sukabumi pada awal Mei 2026. Meski demikian, pemerintah memastikan stok masih aman dan distribusi tetap terkendali.

Kenaikan harga terpantau pada komoditas cabai, bawang merah, dan daging ayam broiler. Sementara itu, sebagian besar kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, harga ayam broiler di Pasar Pelita dan Pasar Gudang naik dari Rp37.000 menjadi Rp38.000 per kilogram. Bawang merah jawa meningkat dari Rp45.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

Lonjakan signifikan juga terjadi pada komoditas cabai. Cabai rawit merah lokal naik dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah lainnya melonjak dari Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini, melalui Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri, M. Rifki, mengatakan kenaikan harga dipicu oleh faktor cuaca ekstrem yang berdampak pada produksi dan distribusi.

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti cabai merah besar atau lokal, cabai rawit merah, bawang merah jawa, dan daging ayam broiler,” ujar Rifki, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, tingginya intensitas hujan berdampak pada hasil panen, khususnya komoditas hortikultura, serta menghambat distribusi ke pasar.

“Cuaca ekstrem dapat menyebabkan gagal panen, kerusakan tanaman, hingga terganggunya distribusi. Akibatnya, pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi, sehingga harga mengalami kenaikan di tingkat konsumen,” jelasnya.

Di sisi lain, sejumlah bahan pokok lainnya masih relatif stabil. Harga beras Ciherang Cianjur tercatat sekitar Rp15.000 per kilogram, beras Ciherang Sukabumi Rp14.600 per kilogram, beras premium Rp15.000 per kilogram, serta beras medium lokal terendah Rp13.000 per kilogram.

Untuk komoditas lain, minyak goreng kemasan dijual Rp40.200 per dua liter di pasar modern dan Rp21.000 per liter di pasar tradisional. Minyak Kita berada di harga Rp15.700 per liter. Telur ayam negeri tercatat Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp32.000 per kilogram, serta gula pasir curah Rp18.000 per kilogram.

Pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan distribusi berjalan lancar. Pengawasan harga juga dilakukan secara rutin guna menjaga stabilitas pasar dan daya beli masyarakat.

“Kami melakukan pemantauan harga dan distribusi setiap hari untuk memastikan pasokan tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist