Kisah Gadis Lulusan Universitas Jepang yang Pulang Kampung Jadi Penjual Kambing

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Sebuah kisah inspiratif datang dari seorang perempuan muda yang sempat menjadi sorotan publik, setelah memilih kembali ke kampung halaman dan menekuni bisnis menjadi penjual kambing usai menimba ilmu di Jepang.

Kisah gadis penjual kambing ini viral di media sosial setelah dibagikan melalui akun TikTok @ownerarealama. Ia diketahui merupakan lulusan S1 Manajemen Universitas Pendidikan Indonesia S2 Manajemen Bisnis Universitas Padjadjaran, serta pernah mengikuti program business class di Universitas Rikkyo, Jepang.

Dalam unggahan yang viral, gadis penjual kambing tersebut terlihat menjalankan usaha untuk kebutuhan hewan kurban. Keputusannya ini menuai beragam respons dari warganet, terutama karena dianggap “tidak biasa” bagi seseorang dengan latar pendidikan tinggi luar negeri.

Namun, ia menegaskan bahwa dirinya memang lebih tertarik pada dunia bisnis dibanding pekerjaan kantoran. Setelah sempat mencoba bekerja sesuai ekspektasi umum, ia merasa tidak cocok dan akhirnya memilih jalur wirausaha.

Sebelum terjun ke peternakan, ia sudah lebih dulu membangun usaha di bidang fashion dan parfum. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal untuk mengembangkan bisnis yang lebih beragam, termasuk di sektor peternakan.

Ia juga menyebut bahwa usaha ternaknya masih berskala rintisan, dengan jumlah hewan yang belum terlalu besar dan masih terus berkembang. Selain itu, ia aktif memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan sistem penjualan hewan kurban yang lebih modern, termasuk menyasar generasi muda.

Menurutnya, masih banyak anak muda yang sudah memiliki penghasilan tetapi belum memahami cara berkurban atau membeli hewan kurban.

Melalui bisnisnya, ia ingin menghadirkan edukasi sekaligus kemudahan akses bagi Gen Z untuk berpartisipasi dalam ibadah kurban.

Kisahnya kemudian viral hingga ditonton jutaan kali dan memicu banyak komentar positif. Banyak warganet yang mengapresiasi keberaniannya, meninggalkan stigma bahwa lulusan luar negeri harus bekerja kantoran.

Dalam salah satu pesannya, ia menekankan bahwa tidak perlu merasa gengsi dalam memulai usaha, karena yang terpenting adalah konsistensi dan keberanian untuk belajar dari proses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist