BRANDA.CO.ID – Pemerintah Kota Sukabumi kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan terhadap 20 pejabat di lingkungan Pemkot Sukabumi, Rabu (3/6/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi itu dipimpin langsung Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, para asisten daerah, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta jajaran pejabat BUMD dan BLUD.
Sebanyak 20 pejabat yang dilantik terdiri atas tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), 12 pejabat administrator (eselon III), dan satu pejabat fungsional.
Dalam sambutannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan bukan sekadar mengisi kekosongan posisi, melainkan bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Atas nama pemerintah daerah dan pribadi, saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara yang hari ini resmi dilantik dan dipercaya mengemban jabatan baru,” ujar Ayep.
Ia menjelaskan, penerapan sistem manajemen talenta di lingkungan Pemkot Sukabumi memungkinkan proses pengisian jabatan yang kosong dilakukan lebih cepat, objektif, dan terukur sesuai kebutuhan organisasi.
Pada kesempatan itu, Ayep juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada para pejabat yang baru dilantik.
Kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Sandra Utama Teguh, ia meminta agar optimalisasi Pendapatan Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) menjadi perhatian utama guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, peningkatan PAD menjadi salah satu kunci untuk memperbesar kapasitas pembangunan daerah. Bahkan, ia menargetkan pada 2027 mendatang porsi belanja modal dan pembangunan infrastruktur dapat mencapai 50 persen dari total belanja pegawai.
Sementara itu, kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang baru, Yudi Supriyana, Ayep menekankan pentingnya pembenahan tata kelola persampahan di Kota Sukabumi.
Ia meminta sistem pengangkutan sampah ditata lebih efektif, termasuk dengan memaksimalkan layanan pada malam hari. Selain itu, penguatan sistem retribusi sampah juga dinilai perlu dilakukan guna mendukung keberlanjutan pengelolaan lingkungan.
Perhatian serupa diberikan pada sektor pertanian. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Yadi Muhammad Erlangga, diminta aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar berbagai program bantuan maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dari kementerian dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.
Di tingkat kewilayahan, para camat mendapat tugas untuk memperbarui data objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Menurut Ayep, masih banyak bangunan yang mengalami penambahan luas maupun jumlah lantai, namun perubahan tersebut belum tercatat dalam basis data perpajakan daerah.
“Banyak bangunan yang sudah bertambah lantai dan luas bangunannya meningkat. Ini menjadi potensi yang harus dihitung ulang untuk mengoptimalkan penerimaan daerah,” katanya.
Menutup arahannya, Ayep meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dan melakukan konsolidasi di lingkungan kerja masing-masing agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif.
“Mari bersatu, kompak, dan solid untuk mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih baik,” tegasnya.
Adapun sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik di antaranya Hj. Nuraini Komarudin sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Andri Firmansyah sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Adrian Haryadi sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Galih Marilia Andreini sebagai Kepala DPMPTSP, Yadi Muhammad Erlangga sebagai Kepala DKP3, Yudi Supriyana sebagai Kepala DLH, serta Sandra Utama Teguh sebagai Kepala BPKPD.
Selain pejabat eselon II, pelantikan juga mencakup sejumlah pejabat administrator dan pejabat fungsional yang akan bertugas di berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.***

