Dalam Rapim, Wali Kota Ayep Zaki Tekankan Peningkatan PAD di Tengah Tantangan Fiskal

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki memimpin Rapim di Opprum Setda setempat. (Foto:Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat memimpin rapat pimpinan (rapim) bersama jajaran perangkat daerah di Ruang Oproom Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi, Rabu (3/6/2026).

Dalam arahannya, Ayep mengungkapkan bahwa kondisi fiskal Kota Sukabumi masih menghadapi tantangan akibat pemotongan anggaran sebesar Rp159 miliar yang hingga saat ini belum diterima pemerintah daerah.

Meski demikian, ia mengapresiasi capaian PAD yang menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bulan ini Alhamdulillah, walaupun dana efisiensi atau pemotongan sebesar Rp159 miliar sampai hari ini belum masuk, tetapi PAD kita mengalami kenaikan secara year-on-year. Perbandingan Mei 2025 dengan Mei 2026 naik 19,23 persen,” ujarnya.

Menurut Ayep, hingga Mei 2026 realisasi PAD Kota Sukabumi telah mencapai sekitar Rp220 miliar dari target Rp650 miliar.

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah keterbatasan anggaran.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan PAD harus terus didorong karena belum mampu menutupi kekurangan akibat pemotongan anggaran yang cukup besar.

“Alhamdulillah PAD kita naik. Namun, kenaikan ini belum mencukupi untuk menutup kekurangan akibat pemotongan anggaran yang nilainya mencapai Rp159 miliar,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Ayep juga meminta seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih optimal dalam menggali potensi pendapatan daerah.

Ia menilai peningkatan PAD merupakan salah satu kunci penting dalam menjaga keberlangsungan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain membahas PAD, Ayep menekankan pentingnya kekompakan dan soliditas seluruh aparatur pemerintah daerah dalam menjalankan visi pembangunan Kota Sukabumi.

“Saya tekankan soal kekompakan dan kesolidan. Semua perangkat daerah harus mengikuti Wali Kota, karena jabatan Wali Kota adalah jabatan konstitusional, bukan jabatan pribadi,” tegasnya.

Rapat pimpinan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus konsolidasi untuk memperkuat kinerja perangkat daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah dan menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Sukabumi.

“Sinergi seluruh perangkat daerah menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan pembangunan sekaligus mewujudkan target-target yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Sukabumi,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist