Gerhana Matahari Total 2026 Dipastikan Terjadi 12 Agustus, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) yang banyak dibicarakan pada pertengahan 2026, ternyata tidak terjadi pada bulan Juni, melainkan akan berlangsung pada 12 Agustus 2026.

Peristiwa astronomi ini menjadi salah satu gerhana matahari paling dinantikan, karena akan melintasi sejumlah wilayah di Belahan Bumi Utara dan memberikan pemandangan langka bagi jutaan pengamat langit.

Menurut data astronomi yang dirujuk berbagai lembaga antariksa, Gerhana Matahari Total akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Gerhana terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga menutupi seluruh piringan Matahari dari sudut pandang pengamat yang berada di jalur totalitas.

Peristiwa ini merupakan salah satu dari empat fenomena gerhana yang terjadi sepanjang tahun 2026, yang terdiri dari dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan.

Jalur totalitas Gerhana 12 Agustus 2026 ini akan melintasi beberapa wilayah di dunia, antara lain:

– Greenland

– Islandia

– Rusia bagian utara

– Samudra Atlantik Utara

– Spanyol bagian utara

– Sebagian kecil wilayah Portugal

Penduduk yang berada di kawasan tersebut dapat menyaksikan fase total, yaitu saat Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan untuk sementara waktu.

Sementara itu, wilayah yang berada di luar jalur totalitas masih berpeluang melihat Gerhana Matahari Parsial, termasuk sebagian besar Eropa, Afrika Barat Laut, Kanada, dan sebagian wilayah Amerika Utara.

Gerhana kali ini memiliki sejumlah keunikan. Di beberapa wilayah Eropa, gerhana akan berlangsung menjelang matahari terbenam sehingga menciptakan fenomena visual yang jarang terjadi, yakni “matahari terbenam saat gerhana”.

Kondisi ini diperkirakan menghasilkan pemandangan langit yang spektakuler, bagi para fotografer dan pengamat astronomi.

Selain itu, peristiwa ini menjadi gerhana pertama yang terlihat dari daratan Spanyol sejak lebih dari satu abad lalu. Fenomena tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian tiga gerhana besar, yang akan dapat diamati di kawasan Eropa hingga tahun 2028.

Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap gerhana 12 Agustus 2026, muncul pula berbagai klaim keliru di media sosial yang menyebut Bumi akan kehilangan gravitasi selama beberapa detik pada tanggal tersebut.

Faktanya, klaim tersebut telah dibantah oleh berbagai pemeriksa fakta. Tanggal 12 Agustus 2026 memang bertepatan dengan Gerhana Matahari Total, tetapi tidak ada dasar ilmiah yang menunjukkan bahwa gerhana dapat menyebabkan hilangnya gravitasi Bumi atau memicu bencana global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist