BRANDA.CO.ID – Setelah menorehkan predikat Terbaik II Pengendalian Inflasi tingkat Jawa–Bali dari Kementerian Dalam Negeri, kini Kota Sukabumi meraih peringkat lima besar di Smiling West Java (SWJ) Award Mei 2026 di Platform Instagram yang selenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.
Capaian ini tentu membutuhkan waktu dan kerja keras. Setidaknya hal tersebut terlihat dari perjalanan capaian prestasi Kota Sukabumi di bulan-bulan sebelumnya. Pada Maret lalu, Kota Sukabumi baru menduduki posisi ke 10, naik ke posisi 7 di bulan April. Dan pada bulan Mei, posisi Kota Sukabumi bertengger di posisi ke-5.
“Ini tentu menjadi catatan tersendiri buat Kota Sukabumi. Bukan semata persoalan lomba atau kompetisi, namun catatan tersebut menunjukkan bahwa kami selaku pelaksana pemerintahan Kota Sukabumi, bersungguh-sungguh menjalankan amanah tersebut dengan kesungguhan hati, fokus dan serius untuk kemajuan Kota Sukabumi,” ungkap Wali Kota Sukabumi, H.Ayep Zaki dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Untuk diketahui, Smiling West Java merupakan inisiatif kolaboratif yang bertujuan membangun ekosistem promosi pariwisata Jawa Barat yang inklusif dan terintegrasi. Hal ini dilakukan guna mendorong peningkatan kualitas konten promosi digital, sinergi antardaerah, serta penguatan kapasitas dalam merespons isu di media sosial, guna memperkuat citra Jawa Barat sebagai destinasi wisata yang ramah, aman dan istimewa.
Indikator penilaian terdiri dari lima poin besar yang masing-masing memiliki bobot tersendiri. Pertama adalah Indikator Sustainable Tourism Management yakni kemampuan melakukan counter narrative terhadap isu negatif di sektor pariwisata tiap daerah secara solutif. Indikator ini memiliki bobot 20%.
Kedua, Indikator Visual & Storytelling adalah kualitas narasi serta teknis audio-visual, keindahan visual dan orisinalitas konten promosi dengan bobot 30%. Ketiga adalah Integrasi Branding yakni mengimplementasikan Tourism Branding Identity, menjadi program promosi yang memiliki tujuan bersama (Inklusif) dengan bobot 15%.
Indikator keempat adalah Creative Campaign Promotion Concept, yang merupakan perencanaan strategis creative campaign di media sosial memiliki poin 25%. Dan terakhir atau kelima adalah Monthly Insight Analytic Report yang merupakan laporan performa data sebagai pendukung efektivitas konten berbobot 10%.

Ayep Zaki meyakini, dunia digital akan terus berkembang, sehingga perkembangan teknologi tidak boleh diabaikan begitu saja.
“Kami meyakini, Kota Sukabumi akan terus berbenah diri ke arah yang lebih baik, dan catatan prestasi akan terus diraih di masa mendatang,” tukasnya.
Inilah urutan lima besar peraih SJW Award Mei 2026.

Peringkat pertama diraih Kota Tasikmalaya dengan poin 92. Kemudian, peringkat kedua diraih Kota Bandung dengan poin 91, Peringkat ketiga diraih Kabupaten Garut dengan poin 90, Peringkat keempat Kabupaten Bandung dengan poin 88 dan Peringkat kelima diduduki Kota Sukabumi dengan poin 87.
Sedangkan untuk lima indikator penilaian, Best Visual & Storytelling diduduki Kota Bandung, Best Sustainable Tourim Managemenet diraih Kota Tasikmalaya, Best Creative Campaign Promotion Concept Kabupaten Garut, Referensi Integrasi Branding Terbaik direbut Kota Sukabumi, dan terakhir Best Monthly Insight Analiytics diraih oleh kabupaten Pangandaran.(*)

