BRANDA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memastikan seluruh Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau setingkat eselon II di lingkungan pemerintah daerah kini telah terisi secara definitif.
Tidak ada lagi jabatan strategis yang dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt), sehingga roda pemerintahan diharapkan berjalan lebih optimal dan terarah.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, mengatakan sekitar 30 jabatan strategis saat ini telah terisi penuh, mulai dari Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, hingga Staf Ahli.
“Struktur organisasi sudah lengkap dan seluruh pejabat telah definitif. Kami optimistis kinerja perangkat daerah akan semakin baik,” ujar Taufik, Jumat (12/6/2026).
Taufik menegaskan, Pemkot Sukabumi juga berkomitmen untuk tidak membiarkan kekosongan jabatan berlangsung terlalu lama, terutama ketika pejabat memasuki masa pensiun.
Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah daerah telah menyiapkan mekanisme pengisian jabatan melalui Sistem Manajemen Talenta.
“Kalau usia pensiun jatuh pada tanggal tertentu, beberapa hari setelahnya harapannya jabatan sudah bisa langsung terisi. Kami tidak ingin posisi strategis terlalu lama dijabat Plt,” katanya.
Ia menjelaskan, Sistem Manajemen Talenta menjadi instrumen utama dalam penerapan sistem merit di lingkungan Pemkot Sukabumi.
Melalui sistem tersebut, promosi maupun rotasi aparatur sipil negara (ASN) dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan rekam jejak, bukan semata-mata karena pangkat atau masa kerja.
Setiap ASN dipetakan ke dalam kelompok penilaian atau talent box yang dapat berubah sesuai hasil evaluasi berkala. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari asesmen kompetensi, capaian kinerja, pengalaman, penghargaan, sertifikasi, hingga peningkatan pendidikan.
“Pegawai yang berada di boks tertentu bisa naik jika kinerja dan kompetensinya meningkat, dan bisa juga turun jika hasil asesmennya menurun. Evaluasi dilakukan secara berkala,” jelasnya.
Pemetaan tersebut terintegrasi dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA), yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi dan kesiapan ASN dalam menduduki jabatan tertentu.
“Kami upayakan setiap kekosongan jabatan bisa segera diisi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” pungkas Taufik.***

