GPM Diperluas, Pemkot Sukabumi Sasar 35 Lokasi untuk Tekan Harga Pangan dan Inflasi

pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi daerah. (Foto:Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Harga pangan yang terjangkau menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat, terutama ketika harga sejumlah komoditas mengalami perubahan. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), GPM tahun ini ditargetkan hadir di 35 lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Sukabumi.

Salah satunya digelar di kawasan Cipelang Herang, Kelurahan Karang Tengah, Selasa (11/8/2026).

Sejak pagi, masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Komoditas yang tersedia antara lain beras, minyak goreng, dan daging ayam.

Bagi Pemkot Sukabumi, GPM bukan sekadar menghadirkan pangan dengan harga murah.

Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, GPM akan terus didorong agar pelaksanaannya semakin luas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Ayep, program tersebut juga menjadi bentuk komitmen Pemkot Sukabumi dalam menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus mengendalikan tekanan inflasi.

Menariknya, pembiayaan GPM kali ini berasal dari hadiah penghargaan yang diterima Pemkot Sukabumi setelah meraih peringkat terbaik kedua dalam penanganan inflasi tingkat Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri.

“GPM kami dorong untuk terus berlanjut, karena manfaatnya tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar,” ujar Ayep.

Di tengah pelaksanaan GPM, pemerintah daerah juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk ikut ambil bagian.

Ayep menilai, kehadiran UMKM memberikan nilai tambah karena kegiatan yang awalnya berorientasi pada pengendalian harga pangan tersebut sekaligus dapat menjadi ruang promosi dan pemasaran produk lokal.

“GPM bukan hanya instrumen untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi UMKM untuk berjualan sehingga perputaran ekonomi di sekitar lokasi dapat semakin meningkat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Sukabumi, Ade Darmawan, mengatakan, pihaknya menargetkan GPM tahun ini dapat menjangkau 35 lokasi di berbagai wilayah.

Tidak hanya memperluas lokasi, DKP3 juga akan meningkatkan frekuensi pelaksanaan. Dalam satu bulan, GPM ditargetkan dapat digelar sekitar empat hingga delapan kali.

“Frekuensi pelaksanaan akan kami tingkatkan agar masyarakat di berbagai wilayah Kota Sukabumi memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Ade.

Ade menjelaskan, komoditas yang disediakan dalam GPM di antaranya beras, minyak goreng, dan daging ayam. Komoditas tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih ringan.

Menurutnya, keberlanjutan GPM menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah. Dengan lokasi yang semakin tersebar dan frekuensi pelaksanaan yang lebih tinggi, akses masyarakat terhadap pangan terjangkau diharapkan semakin mudah.

Di sisi lain, pelibatan UMKM membuat manfaat GPM tidak berhenti pada konsumen. Para pelaku usaha lokal juga memperoleh kesempatan untuk memasarkan produk dan meningkatkan transaksi secara langsung dengan masyarakat.

“GPM kami harapkan tidak berhenti sebagai program pengendalian inflasi, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan baik oleh konsumen maupun pelaku usaha,” pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist