BRANDA.CO.ID – Pendidikan demokrasi tidak cukup hanya mengenalkan hak pilih. Lebih dari itu, generasi muda perlu dibekali pemahaman tentang bagaimana menggunakan hak tersebut secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Semangat tersebut tergambar dalam kegiatan “DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi” bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Dessy Susilawaty, yang digelar di SMP Islam Hegarmanah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Rabu (12/8/2027).
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk mengenal demokrasi sejak dini.
Para siswa tidak hanya diajak memahami pentingnya hak pilih, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai alasan, proses, serta tanggung jawab yang melekat di balik setiap pilihan dalam kehidupan demokrasi.
“Pendidikan demokrasi penting diberikan kepada generasi muda agar mereka tidak sekadar menjadi pemilih ketika telah memiliki hak suara, tetapi juga tumbuh sebagai warga negara yang mampu berpikir kritis dan memahami persoalan di sekitarnya,” kata Dessy.
Demokrasi bukan sekadar soal memilih pemimpin. Demokrasi juga berkaitan dengan keberanian menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, memahami aturan, serta mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan mulai memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Karena itu, kebiasaan mencari informasi, berdiskusi, dan berpikir kritis perlu dibangun sejak bangku sekolah.
“Bukan cuma tahu hak pilih, tetapi memahami alasan di balik pilihan tersebut. Demokrasi yang sehat selalu dimulai dari warga negara yang mau belajar dan berpikir kritis,” kata Dessy.**”

