Karyawan Vilmei Gelapkan Uang Rp1,2 Miliar, Ngaku Dipaksa Pacar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Kreator konten Vilmei tengah menjadi sorotan setelah mengungkap dugaan penggelapan uang, senilai sekitar Rp1,2 miliar yang dilakukan oleh salah satu karyawannya.

Uang tersebut disebut berasal dari penghasilan TikTok yang dikumpulkan Vilmei selama bertahun-tahun. Kasus ini membuat sang kreator kecewa, karena saldo yang semula disimpan untuk kebutuhan pribadinya ternyata tinggal sekitar Rp1 juta.

Kasus tersebut semakin ramai setelah karyawan Vilmei yang diduga mengambil uang, Zahra Khairunnisa, mengaku melakukan aksi tersebut karena mendapat tekanan dari kekasihnya. Zahra menyebut dirinya diancam akan dibagikan video syur jika tidak memenuhi permintaan sang kekasih.

Vilmei mengungkapkan, uang yang hilang merupakan hasil dari aktivitasnya sebagai kreator konten. Penghasilan dari TikTok tersebut disebut tidak pernah diambilnya sejak mulai membuat konten sekitar tujuh tahun lalu.

Saat hendak menggunakan uang tersebut, sang kreator justru mendapati saldo yang tersisa hanya sekitar Rp1 juta. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui adanya dugaan pengambilan dana secara bertahap selama kurang lebih satu tahun.

“Ini diambil dari uang akun TikTok aku yang sebelumnya gak pernah, aku gak pernah pegang sama sekali dari awal aku ngonten, sudah 7 tahun gak pernah aku sentuh. Sisa satu jutaan. Pas aku mau bayar makan sisanya tinggal Rp 1 juta,” katanya.

Vilmei kemudian mengumpulkan para karyawannya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dari penelusuran tersebut, Zahra disebut mengakui keterlibatannya dalam pengambilan dana tersebut.

Dalam pengakuannya, Zahra menyebut dirinya melakukan aksi tersebut karena mendapat tekanan dari kekasihnya yang disebut bernama Arka.

Zahra mengklaim sang kekasih mengancam akan menyebarkan video pribadi mereka kepada keluarga dan orang-orang yang dikenalnya jika ia tidak mau mengambil uang tersebut. Pengakuan tersebut menjadi salah satu bagian yang turut disampaikan dalam video Vilmei saat membahas kasus tersebut.

Meski begitu, klaim mengenai tekanan dan ancaman tersebut merupakan pengakuan dari Zahra dan masih menjadi bagian dari proses hukum. Belum ada putusan pengadilan yang menetapkan seluruh pihak yang terlibat bersalah.

Diketahui, uang yang diduga diambil tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pribadi. Di antaranya disebut untuk membeli ponsel, membayar kebutuhan pendidikan, uang makan, hingga membantu kebutuhan keluarga Arka.

Dana tersebut juga disebut dialihkan melalui sejumlah akun TikTok milik rekan-rekan Zahra. Para pemilik akun diduga mendapatkan komisi sebelum dana tersebut dicairkan.

Vilmei mengaku sangat kecewa karena uang yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun, justru digunakan untuk kepentingan pribadi orang lain.

Setelah mengetahui dugaan penggelapan tersebut, Vilmei memilih membawa kasus ini ke jalur hukum. Laporan terkait dugaan penggelapan dana tersebut disebut telah disampaikan ke Polres Metro Bekasi Kota.

Vilmei juga sempat berupaya meminta Arka untuk datang dan memberikan penjelasan. Namun, berdasarkan pemberitaan yang beredar, Arka disebut tidak memenuhi permintaan tersebut dan berdalih telah membuat surat perjanjian putus dengan Zahra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist