Album Laika Nadin Amizah Digarap 10 Produser, Punya Warna Musik Berbeda

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Nadin Amizah kembali menghadirkan karya terbaru lewat album studio ketiganya yang bertajuk “Laika, Yang Ditinggalkan”. Dalam proses penggarapan album ini, ia menggandeng 10 produser musik untuk menggarap 11 lagu.

Kehadiran banyak produser menjadi salah satu hal menarik dari album Laika. Nadin Amizah ingin setiap lagu memiliki warna musik yang sesuai dengan gambaran yang sudah ada di kepalanya sejak proses penulisan lagu.

Dalam penggarapan album Laika, Nadin Amizah bekerja bersama sejumlah nama yang sudah dikenal di industri musik Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, dan Feby Putri.

Nadin mengatakan, konsep tata suara untuk lagu-lagu dalam album tersebut sebenarnya sudah ia bayangkan sejak proses songwriting. Karena itu, ia memilih produser yang dianggap mampu menerjemahkan gambaran musik tersebut ke dalam bentuk karya yang sesuai.

“Bahkan sejak proses songwriting, aku sudah punya bayangan gimana tata soniknya. Termasuk orang-orang yang bisa menciptakannya dengan maksimal,” ujar Nadin.

Menurut Nadin, pemilihan banyak produser juga menjadi bagian dari eksplorasi musik dalam album ketiganya. Setiap produser memiliki pendekatan dan karakter masing-masing sehingga diharapkan bisa memberikan warna berbeda pada lagu yang dikerjakan.

Album Laika Berisi 11 Lagu

Album “Laika, Yang Ditinggalkan” menjadi album studio ketiga Nadin Amizah. Album tersebut berisi 11 trek lagu dan dirilis pada 28 Agustus 2026 melalui label independen Sorai.

Karya terbaru Nadin ini membawa sejumlah tema personal dan emosional, mulai dari kerinduan, luka batin, kehilangan hingga persoalan mengenai ketiadaan figur ayah.

Menariknya, sejumlah lagu dalam album ini juga terinspirasi dari berbagai kejadian nyata yang pernah diamati atau dialami Nadin. Hal tersebut membuat proses penulisan lagu tidak hanya berangkat dari imajinasi, tetapi juga dari peristiwa yang meninggalkan kesan mendalam baginya.

Lagu Ditemukan Sebuah Bangkai Terinspirasi Peristiwa Nyata

Salah satu lagu yang memiliki cerita khusus adalah Ditemukan Sebuah Bangkai. Lagu tersebut terinspirasi dari berita mengenai penemuan jenazah tanpa identitas ketika terjadi banjir di Jakarta pada awal 2020.

Nadin mengingat peristiwa penemuan jenazah yang mengapung di sungai kawasan Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur. Hal yang membuatnya terguncang adalah tidak adanya informasi mengenai identitas orang tersebut maupun keluarga yang datang untuk mencarinya.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu sumber inspirasi Nadin dalam menciptakan lagu. Kisah itu menunjukkan bagaimana kejadian yang ditemui di kehidupan nyata dapat berkembang menjadi sebuah karya musik yang memiliki cerita dan makna tersendiri.

Nadin Amizah Eksplorasi Musik di Album Ketiga

Dengan melibatkan 10 produser untuk 11 lagu, Nadin Amizah memberikan ruang yang cukup besar untuk eksplorasi dalam album Laika. Strategi tersebut membuat setiap lagu memiliki kesempatan untuk dikembangkan, berdasarkan karakter musik dan kebutuhan ceritanya masing-masing.

Nadin sendiri sudah memiliki gambaran mengenai tata suara lagu sejak tahap awal penciptaan. Karena itu, kolaborasi dengan produser menjadi bagian penting untuk mewujudkan konsep tersebut.

Album “Laika, Yang Ditinggalkan” pun menjadi kelanjutan perjalanan kreatif Nadin Amizah, setelah sebelumnya dikenal lewat karya-karya yang banyak mengangkat tema emosional dan pengalaman personal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist