Berawal dari Palembang, Ini Fakta Menarik Restoran Padang Pagi Sore

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Restoran Padang Pagi Sore dikenal sebagai salah satu rumah makan yang cukup populer. Namun siapa sangka, restoran yang identik dengan hidangan khas Minang ini ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang, dan pernah mengalami pecah kongsi.

Hal menarik lainnya, restoran padang Pagi Sore yang kini dikenal dengan logo merah dan hijau ternyata berasal dari satu kepemilikan. Keduanya kemudian berjalan secara terpisah, setelah dua pendirinya memutuskan untuk membagi bisnis pada 2003.

Di Jakarta Selatan, keberadaan dua restoran Pagi Sore dengan logo berbeda mungkin membuat sebagian orang bertanya-tanya. Mengapa namanya sama, tetapi warna logonya berbeda? Berikut fakta-faktanya!

1. Berasal dari Palembang

Meski dikenal sebagai restoran Padang, Pagi Sore ternyata bukan pertama kali berdiri di Padang, Bukittinggi, maupun daerah lain di Sumatera Barat.

Restoran ini pertama kali hadir di Palembang, Sumatera Selatan. Lokasi pertamanya disebut berada di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang.

Tempat makan ini tetap menyajikan hidangan khas Minang meskipun berdiri di Palembang. Cita rasa masakannya pun disebut tidak sepenuhnya sama dengan masakan Minang karena terdapat perbedaan dalam racikan rempah yang sedikit merujuk pada hidangan Palembang.

Dua pendirinya diketahui memiliki keturunan Bukittinggi. Latar belakang tersebut menjadi salah satu alasan mereka berani membuka restoran yang menyajikan makanan khas Minang di Palembang.

2. Berdiri Sejak 1973

Sejarah restoran Pagi Sore dimulai pada 1973. Nama Pagi Sore ketika itu digunakan oleh dua sahabat yang memutuskan menjalankan bisnis restoran bersama.

Keduanya adalah H. Lismar dan H. Sabirin. Dengan pengalaman dan keberanian yang dimiliki, mereka mendirikan rumah makan di Palembang.

Bisnis tersebut kemudian mendapat respons positif dari pelanggan. Restoran ini disebut selalu ramai sehingga bisnisnya terus berkembang.

Namun, ekspansi tidak langsung dilakukan dalam waktu singkat. Kedua pendiri membutuhkan sekitar 12 tahun sebelum akhirnya mendirikan cabang pertama.

Setelah cabang pertama berdiri, pengembangan bisnis ini kemudian berlangsung lebih cepat. Nama Pagi Sore pun semakin dikenal dan bisnisnya mulai berkembang ke berbagai tempat.

3. Mengalami Pecah Kongsi pada 2003

Salah satu bagian paling menarik dari sejarah restoran Padang ini adalah terjadinya pecah kongsi. Pada 2003, H. Lismar dan H. Sabirin yang sebelumnya menjalankan bisnis bersama memutuskan untuk berpisah. Bisnis ini kemudian dibagi menjadi dua dan dikelola secara terpisah.

Peristiwa tersebut akhirnya membuat muncul dua versi Pagi Sore yang dikenal dengan warna logo berbeda, yakni berlogo merah dan berlogo hijau. Meski demikian, alasan pasti di balik keputusan kedua pendiri untuk berpisah tidak diketahui. Setelah pecah kongsi, masing-masing pihak kemudian membentuk tim bisnis sendiri untuk mengelola usaha mereka.

Dengan demikian, kemunculan RM merah dan RM hijau bukan karena restoran tersebut sejak awal didirikan oleh pemilik yang berbeda. Keduanya memiliki sejarah yang berasal dari satu bisnis yang sama sebelum akhirnya terpisah.

4. Setelah Pecah Kongsi, Bisnis Justru Terus Berkembang

Pecah kongsi ternyata tidak membuat perkembangan bisnis Pagi Sore berhenti. Setelah dikelola secara terpisah, masing-masing pihak justru terus mengembangkan bisnis kulinernya.

Pagi Sore tidak hanya mempertahankan restoran dengan nama yang sama. Setelah berjalan masing-masing, muncul pula restoran lain dengan merek berbeda yang masih berada dalam pengelolaan keluarga.

RM logo merah diketahui membawahi restoran Padang bernama Sari Indah. Informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh cucu H. Sabirin.

Sementara itu, RM logo hijau diketahui membawahi Nasi Kapau Kedai Pak Ciman melalui anak H. Lismar, yakni H. Erwin.

Meski berasal dari bisnis yang sama, Pagi Sore merah dan hijau kini memiliki resep masing-masing. Namun, menurut sumber detikFood, perbedaan rasa keduanya disebut tidak terlalu signifikan dan masih memiliki kemiripan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist