Anggaran Terbatas, Sukabumi Gandeng Dunia Usaha untuk Perkuat Kontingen Porprov

Pemerintah Kota Sukabumi menggandeng sejumlah unsur untuk persiapan menghadapi Porprov Jawa Batar 2026. (Foto: Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Perjuangan Kota Sukabumi menuju arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun ini tidak hanya ditentukan oleh kesiapan atlet di lapangan. Di balik target meraih prestasi, ada kebutuhan besar yang harus dipenuhi agar ratusan atlet dan official dapat bertanding dengan maksimal.

Kontingen Kota Sukabumi yang dipersiapkan untuk berlaga di 38 cabang olahraga (cabor) diperkirakan mencapai sekitar 478 orang. Sementara kebutuhan pembiayaan kontingen berada di kisaran Rp3 miliar hingga Rp4 miliar.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kota Sukabumi baru mampu menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar.

Kondisi tersebut mendorong Pemkot bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan para pengusaha daerah.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, pembinaan dan perjuangan atlet tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, dukungan dari seluruh elemen masyarakat dibutuhkan agar kontingen Kota Sukabumi dapat tampil optimal di Porprov.

“Sesungguhnya pembinaan atlet itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat Kota Sukabumi, termasuk dunia usaha di dalamnya,” ujar Bobby.

Ia menyebut, sekitar 467 atlet dan official membutuhkan dukungan selama mengikuti rangkaian pertandingan.

Karena itu, Pemkot Sukabumi mendorong terbentuknya tim kontingen yang melibatkan berbagai unsur untuk memperkuat dukungan terhadap kebutuhan para atlet.

“Kita sepakat membentuk satu tim kontingen yang diketuai oleh Pak Dandim, dengan wakil dari DPRD, serta melibatkan unsur kepolisian dan perbankan,” katanya.

Bobby berharap keterlibatan dunia usaha tidak hanya sebatas membantu menutup kebutuhan anggaran. Lebih dari itu, dukungan tersebut diharapkan menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap pembinaan olahraga sekaligus perjuangan atlet yang membawa nama Kota Sukabumi.

“Harapannya, para pengusaha dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional, sarana, maupun kebutuhan atlet lainnya,” ucapnya.

Menurut Bobby, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk mengurangi semangat dalam mempersiapkan kontingen. Justru, kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Sukabumi Yoseph Mahdi Yuansyah menyambut baik langkah kolaborasi tersebut. Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat bagi atlet untuk memberikan kemampuan terbaiknya.

“Loyalitas tanpa batas dan penuh integritas. Bekerja keras dengan ikhlas walaupun anggaran terbatas, tidak boleh jadi alasan untuk tidak gas,” tegas Yoseph.

KONI mencatat, persiapan kontingen Kota Sukabumi melibatkan sekitar 478 orang yang terdiri atas atlet dan official dari 38 cabang olahraga.

Pada Porprov tahun ini, KONI membidik sedikitnya 12 medali emas sekaligus menargetkan Kota Sukabumi mampu menembus posisi 15 besar klasemen.

Target tersebut, kata Yoseph, tidak hanya menjadi tanggung jawab atlet yang nantinya bertanding di arena. Dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting agar para atlet dapat menjalani pertandingan dengan lebih tenang dan fokus.

“Dukungan pemerintah, KONI, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan menjadi kekuatan tambahan agar para atlet dapat fokus memberikan kemampuan terbaiknya saat berada di arena pertandingan,” harapnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist