KH Syukron Mamun Wafat di Usia 84 Tahun, Tinggalkan Warisan Dakwah dan Ponpes Darul Rahman

Screenshot
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Kabar duka datang dari dunia dakwah Islam Indonesia. Ulama karismatik sekaligus pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Rahman, KH Syukron Mamun, dikabarkan wafat pada Ahad, 18 Oktober 2026.

Kepergian sosok KH Syukron Mamun yang dikenal dengan julukan “Singa Mimbar” tersebut meninggalkan duka mendalam bagi para santri, alumni, serta masyarakat yang selama ini mengikuti kiprah dakwahnya.

KH Syukron Mamun dikenal sebagai salah satu pendakwah senior yang memiliki pengaruh cukup luas. Dakwahnya dikenal tegas dan lugas, tetapi tetap menekankan nilai-nilai keagamaan serta pembinaan moral umat. Kehadirannya di berbagai panggung dakwah selalu mendapat perhatian karena kemampuan retorika dan keberaniannya dalam menyampaikan pesan agama.

KH Syukron Ma’mun merupakan ulama yang berasal dari Sampang, Madura. Ia kemudian menempuh pendidikan agama di Pondok Modern Darussalam Gontor sebelum melanjutkan kiprahnya dalam dunia dakwah di Jakarta dan berbagai wilayah lainnya.

Perjalanan pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan dakwah KH Syukron Ma’mun. Ia kemudian dikenal konsisten menyampaikan ajaran Islam sekaligus mendorong pembinaan moral dan kemandirian umat.

Julukan “Singa Mimbar” melekat pada dirinya karena gaya dakwahnya yang tegas, berani, dan mampu menarik perhatian jamaah. Kiprahnya tidak hanya terbatas di satu daerah, tetapi berkembang hingga berbagai wilayah di Indonesia.

Dirikan Pondok Pesantren Darul Rahman Sejak 1975

Salah satu warisan terbesar KH Syukron Ma’mun adalah Pondok Pesantren Darul Rahman. Pesantren tersebut didirikan pada 1975 di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam perkembangannya, Pondok Pesantren Darul Rahman kemudian memiliki kiprah pendidikan di sejumlah wilayah, termasuk Jagakarsa, Bogor, dan Sawangan. Lembaga pendidikan tersebut menjadi tempat KH Syukron Ma’mun mencurahkan perhatian untuk mencetak generasi ulama dan calon pemimpin bangsa.

Pendidikan yang diterapkan di Darul Rahman memadukan sistem pesantren modern dengan pendidikan salaf. Para santri tidak hanya diarahkan untuk memahami literatur keislaman klasik, tetapi juga dibekali kemampuan bahasa Arab dan Inggris serta kemandirian.

KH Syukron Ma’mun juga menekankan pentingnya kepercayaan diri bagi para santri agar mampu tampil di tengah masyarakat dan mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.

Aktif dalam Organisasi Keagamaan

Selain aktif sebagai pengasuh pesantren dan pendakwah, KH Syukron Ma’mun juga tercatat pernah mengemban amanah dalam organisasi keagamaan, termasuk di lingkungan Nahdlatul Ulama serta organisasi kemasyarakatan lainnya.

Dalam berbagai kiprahnya, ia dikenal memberikan perhatian terhadap pentingnya persatuan umat Islam. Ia juga senantiasa mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI dan memperkuat persatuan dengan prinsip moderasi.

Kepergian KH Syukron Ma’mun pun mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Para tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh masyarakat hingga pejabat negara menyampaikan duka atas wafatnya ulama senior tersebut.

Ketua PW Persis DKI Jakarta, Ustaz Sofyan Munawar, turut mengenang KH Syukron Ma’mun sebagai sosok pendakwah yang konsisten dan berani menyampaikan kebenaran. Ia juga menilai almarhum memiliki kemampuan retorika yang kuat dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist